Fungsi dan manfaat konseling kelompok

Selain sebagai individu, manusia adalah makhluk sosial yang mempunyai kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain. Inilah yang mendorong manusia untuk berinteraksi dengan sesamanya. Dalam proses interaksi ini, manusia akan membentuk suatu kelompok atau komunitas tertentu yang memiliki tujuan dan kepentingan yang sama, dimana untuk mencapainya mereka melakukannya dengan cara-cara yang inovatif dan produktif. Atas dasar fitrah manusia inilah, konseling sebagai hubungan yang bersifat membantu, “helping relationship”, menjadikan kelompok sebagai salah satu prosedur dalam konseling. Kelompok dapat dijadikan sebagai sarana untuk membantu manusia dalam mencapai perkembangan, serta menjadi salah satu bentuk terapi untuk mengatasi persoalan psikologis, yang dikenal dengan istilah konseling kelompok.

Pengertian konseling kelompok

Konseling kelompok adalah proses konseling yang dilakukan dalam setting kelompok, dimana konselor berinteraksi dengan konseli dalam dinamika kelompok untuk memfasilitasi perkembangan individu dan atau membantu individu dalam mengatasi masalah yang dihadapinya secara bersama-sama.

Konseli dalam anggota kelompok adalah individu-individu normal yang mempunyai berbagai masalah yang tidak memerlukan penanganan perubahan kepribadian lebih lanjut. Konseli menggunakan interaksi kelompok untuk meningkatkan pengertian dan penerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan-tujuan tertentu dan untuk mempelajari atau menghilangkan sikap-sikap serta perilaku tertentu.

Fungsi konseling kelompok

Konseling kelompok mempunyai dua fungsi, yakni (1) preventif, yaitu layanan konseling yang diarahkan untuk mencegah terjadinya masalah pada individu, dalam arti bahwa individu memiliki kemampuan normal atau berfungsi secara wajar di masyarakat, tetapi memiliki beberapa kelemahan dalam kehidupannya sehingga menggangu kelancaran berkomunikasi dengan orang lain; (2) kuratif, yaitu layanan konseling yang diarahkan untuk mengatasi masalah yang dialami individu. Membantu individu untuk dapat keluar dari persoalan yang dialaminya dengan cara memberikan kesempatan, dorongan, dan pengarahan kepada individu untuk mengubah sikap dan perilakunya agar selaras dengan lingkungannya.

Manfaat konseling kelompok

Konseling kelompok bersifat memberikan kemudahan dalam pertumbuhan dan perkembangan individu, dalam artian konseling kelompok memberikan dorongan dan motivasi kepada individu untuk membuat perubahan-perubahan dengan memanfaatkan potensi secara maksimal sehingga dapat mengaktualisasikan dirinya. Dengan penguatan dari kelompok, konseli bisa terdorong untuk melakukan eksplorasi potensi diri maupun kelemahannya. Konseling kelompok dapat menyediakan rasa aman yang dibutuhkan anggota kelompok untuk secara spontan dan bebas berinteraksi dan mengambil resiko sehingga meningkatkan kemungkinan mereka untuk saling berbagi pengalaman dengan orang lain yang memiliki pengalaman serupa.

Konseling kelompok dapat memberikan individu berbagai macam pengalaman kelompok yang membantu mereka belajar berfungsi secara efektif, mengembangkan toleransi terhadap stress dan kecemasan, dan menemukan kepuasan bersama dalam bekerja dan hidup bersama orang lain. Melalui kelompok, dengan kontak kelompok membawa individu pada kesadaran diri bahwa ada cara pandang yang berbeda dengan dirinya mengenai dirinya sendiri, dan reaksi kelompok dapat membawa seseorang mempertimbangkan persepsi lain dari dirinya. Ini terjadi dengan kesadaran yang tulus, yang difasilitasi oleh interaksi kelompok. Melalui interaksi dengan anggota kelompok, individu juga akan mengembangkan berbagai keterampilan yang pada intinya meningkatkan kepercayaan diri, kepercayaan terhadap orang lain, dan bagaimana berfikir positif terhadap orang dan persoalan-persoalan yang dihadapinya.

Written by: Konselor Sekolah
Situs BK - Bimbingan dan Konseling, Updated at: 12:18 AM

Tips mengatasi anak malas belajar

Belajar merupakan hal yang wajib dilakukan oleh anak sekolah (baca: pelajar), membaca buku, mengulang pelajaran, mengerjakan PR, mengerjakan tugas, dan atau belajar hal-hal lain diluar pelajaran sekolah. Namun tak jarang kita mendengar keluhan dari orang tua, kalau anaknya enggan belajar. Kenapa ? ada beberapa penyebab mengapa anak enggan belajar , (1) ada permasalahan di sekolah atau di rumah, (2) sedang sakit atau sedih, (3) waktu bermain kurang, sehingga anak menggunakan waktu yang seharusnya untuk belajar untuk bermain. Jika penyebabnya seperti tersebut di atas, kita mudah mengatasinya. Tetapi tidak jarang anak enggan belajar meskipun badannya sehat, tidak ada masalah, dan waktu bermain cukup, anak tetap enggan belajar karena memang ia malas untuk belajar.

Mengapa anak malas belajar, bisa jadi anak menganggap belajar sebagai sebuah kegiatan rutinitas yang tidak menarik , tidak menyenangkan, belajar dianggap sebagai kegiatan yang tidak ada gunanya karena anak tidak secara langsung menikmati hasil belajar, setelah selesai kegiatan. Sebaliknya, bermain bagi anak merupakan kegiatan yang menarik, menyenangkan, dan anak dapat merasakan keuntungannya saat itu juga, setelah selesai, yaitu kesenangan atau perasaan senang. Sehingga anak lebih senang bermain daripada belajar. Untuk itu, agar anak tertarik untuk belajar maka buatlah kegiatan belajar itu menjadi kegiatan yang menyenangkan, misalkan dengan active learning, learning by doing, atau learning through playing. Bisa juga dengan memberikan insentif ketika anak mau belajar. Insentif tidak harus berupa materi (barang atau uang), bisa juga berupa pujian. Selain sebagai insentif langsung, pujian juga menunjukkan sebuah perhatian dan penghargaan orang tua terhadap anak.

Sebagai orang tua, Anda juga memiliki tanggung jawab agar anak rajin belajar. Jangan langsung memarahi anak ketika ia enggan belajar, tanyakan dengan baik kenapa ia enggan belajar, bisa jadi anak enggan belajar karena ada masalah di sekolah atau karena sakit tapi tidak berani mengatakan kepada Anda. Berikan contoh kepada anak, ketika menyuruh anak untuk belajar, orang tua juga harus terlibat dalam kegiatan belajar, misalnya dengan membaca buku, berdiskusi dengan anak atau anggota keluarga yang lain mengenai topik-topik tertentu sehingga menciptakan suasana seperti diskusi kelompok di sekolah. Anda tidak harus terus menerus mendampingi anak, Anda dapat melakukan aktivitas lain, mengerjakan tugas kantor, misalnya. Yang penting untuk diperhatikan adalah, ketika anak mengalami kesulitan Anda berada didekatnya siap untuk membantu.

Pilih waktu belajar dengan melihat kondisi pada anak. Masing-masing anak mempunyai ketahanan konsentrasi yang berbeda-beda, ada anak yang mampu konsentrasi belajar dalam waktu lama, misalnya selama 30 menit, tetapi ada juga yang lebih, bahkan kurang. Susunlah jadwal sesuai dengan daya konsentrasi anak. Mulailah ketika anak masih dalam kondisi segar. Berikan waktu istirahat sesuai dengan daya konsentrasi anak. Penting untuk diingat, hindari kegiatan belajar menjadi sebuah beban bagi anak. Setelah jadwal tersusun, konsekuenlah dengan jadwal, jadikanlah kegiatan belajar menjadi rutinitas sesuai jadwal, kecuali disebabkan hal-hal khusus dan mendesak jadwal bisa bergeser.

Akhirnya, jika menginginkan anak Anda rajin belajar, maka jadikanlah kegiatan belajar sebagai kebiasaan, jadikan kegiatan belajar menjadi kebutuhan keluarga Anda.

Written by: Konselor Sekolah
Situs BK - Bimbingan dan Konseling, Updated at: 12:47 AM

Menjadi pribadi menyenangkan dengan belajar pada cermin

Menjadi pribadi yang menarik, menyenangkan, dan disukai banyak orang merupakan harapan semua orang, hingga ada sebagian orang yang secara khusus kursus atau belajar di sekolah kepribadian, di John Robert Powers, misalnya. Sebenarnya untuk menjadi pribadi yang menarik tidak harus kursus atau sekolah, yang terkadang biayanya mahal, cukup kita belajar dari cermin. Kok bisa ? berikut filosifi cermin yang dapat kita pergunakan untuk belajar menjadi pribadi yang menarik.

1. Tidak pilih kasih

Cermin tidak pernah pilih-pilih orang, kaya – miskin, besar – kecil, baik – buruk, atau cantik / ganteng – jelek, misalnya. Siapapun yang mau bercermin dia akan diterima, akan dilayani sebaik-baiknya. Jadilah orang yang “welcome”, jangan pilih-pilih orang atau kelompok dalam bergaul. Jangan membeda-bedakan, jangan mengkotak-kotakkan. Bergaulah dengan semua golongan, semua kalangan. Jangan diskriminatif.

2. Selalu siap kapanpun, dimanapun, dan dalam kondisi apapun

Cermin selalu siap, kapan pun Anda bercermin. Dimanapun dan dalam kondisi apapun cermin selalu siap menjalankan tugas dan kewajibannya dengan sebaik-baiknya. Ketika ditempatkan di rumah, siap. Di kamar mandi, siap. Ditempatkan dalam wadah rias, siap. Bahkan ditempatkan pada kaca spion, diterpa hujan dan panas pun dia siap. Cermin memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhannya.

Untuk menjadi pribadi yang menarik, Anda harus siap memberikan manfaat yang terbaik bagi orang-orang di sekeliling Anda. Kapanpun, dimanapun, dan dalam kondisi apapun. Jangan mengeluhkan kondisi-kondisi di sekeliling Anda. Tunjukkan kerja keras Anda, prestasi Anda, seperti kata pepatah, “dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”.

3. Menerima dan menampakkan apa adanya

Ketika Anda berada didepan cermin, ia akan menerima dan menampakkan diri Anda apa adanya. Terimalah orang lain apa adanya. Sekalipun Anda tidak menyukainya, terimalah dengan tetap tersenyum, jangan pernah memperlihatkan ketidaksukaan Anda. Sebaliknya, jangan terlalu berlebihan ketika Anda menerima orang yang Anda sukai. Perlakukan mereka dengan cara yang sama.

Jika Anda mendapatkan informasi, sampaikanlah informasi apa adanya, sesuai yang Anda ketahui, jangan mengurangi, apalagi menambah. Dengan kata lain, untuk menjadi pribadi yang menarik Anda harus jujur, pada orang lain dan pada diri sendiri. Objektif, sederhana, dan clear.

4. Tmpat untuk memperbaiki diri

Bercermin untuk mematut diri. Orang bercermin tujuannya adalah untuk melihat kekurangan dirinya, kemudian memperbaiki diri. Lihatlah kekurangan diri sendiri, kemudian perbaiki kekurangan-kekurangan tersebut. Hindari “kepo”, ingin tahu masalah orang lain, atau melihat kekurangan-kekurangan orang lain. Jangan suka menyalahkan orang lain. Lihatlah diri sendiri, bisa jadi yang salah adalah Anda sendiri. Singkatnya, introspeksi diri.

5. Menyimpan rahasia

Cermin tidak pernah sekalipun memperlihatkan siapa saja orang yang telah bercermin, tak peduli apakah yang bercermin cantik / ganteng atau jelek, sehat atau sakit, cacat atau normal. Dia akan menyimpannya untuk diri sendiri. Jadilah orang yang dapat dipercaya, jangan menyebarkan aib seseorang. Jadilah orang yang pandai menyimpan rahasia.

Inilah 5 filosofi yang ada pada cermin. Jika Kita dapat mempraktekkan kelima filosofi tersebut, kita akan menjadi pribadi yang menarik, menyenangkan, disukai banyak orang. Pada akhirnya Kita akan menjadi orang yang bermakna, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Written by: Konselor Sekolah
Situs BK - Bimbingan dan Konseling, Updated at: 12:10 AM

Bimbingan dan konseling Islami

Pendekatan Bimbingan dan Konseling Islami mungkin masih terdengar asing bagi sebagian guru bimbingan dan konseling, konselor sekolah, apalagi di sekolah umum. Bimbingan dan konseling Islami sebenarnya bukanlah hal baru, pendekatan ini sebagai upaya untuk “menyempurnakan” layanan bimbingan dan konseling bagi siswa dengan cara memahami, melaksanakan, dan mengoptimalkan ajaran agama Islam.

Sebagaimana diketahui, sebagian besar teori-teori konseling dan psikologi yang ada saat ini didasarkan hasil percobaan terhadap binatang yang kemudian digeneralisasi pada manusia. Teori bimbingan dan konseling juga dikembangkan berdasarkan pada “filsafat” dan “sains”, sehingga wajar jika hasilnya spekulatif dan tentantif (belum tentu, sementara waktu, dan masih bisa berubah). Wajar pula bila ada sebagian ahli yang menilai hasil bimbingan dan konseling selama ini baru bersifat “supervisial”, “kulit luarnya saja”, atau “tidak tuntas”.

Mencermati kondisi-kondisi di atas, maka perlu dicari “acuan” baru dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling yang bersifat universal, berlaku sepanjang masa, dan memiliki nilai kebenaran mutlak. Sifat-sifat ini hanya ada pada ajaran agama, agama Islam. Inilah yang mendasari lahirnya bimbingan dan konseling Islami.

Fitrah manusia

Manusia adalah “hamba Allah SWT” yang diciptakan dengan dilengkapi “fitrah”, yaitu unsur dan/atau sistem yang Allah SWT berikan kepada setiap manusia, meliputi 1) tubuh, 2) jiwa, 3) nafsu, dan 4) iman. Tubuh adalah fisik manusia yang tumbuh dan berkembang secara biologis, yang dinamakan hidup, sebagai wadah untuk fitrah jiwa (psikologis), yang menjadi dasar dari tindakan nyata manusia, yang disebut kehidupan. Fitrah psikologis inilah yang menjadi inti dari karakter manusia.

Nafsu adalah campuran yang terintegrasi antara fisik dan jiwa, memiliki tiga komponen utama, jantung, kecerdasan, dan keinginan yang berinteraksi satu sama lain dan diwujudkan dalam ciri-ciri kepribadian. Sedangkan fitrah iman, percaya kepada Allah SWT, menjadi “dasar” dan “inti” dari tiga fitrah lainnya, tubuh, jiwa, dan nafsu. Fungsi fitrah iman adalah sebagai navigator dan mekanisme kontrol terhadap ketiga fitrah tersebut. Jika iman seseorang telah berkembang dan berfungsi dengan baik, fitrah yang lainnya pun akan berkembang dan berfungsi dengan baik pula.

Hakekat bimbingan dan konseling Islami

Sebagai “hamba Allah SWT” manusia harus tunduk dan patuh kepada-Nya, ada perintah yang harus dilakukan dan larangan yang harus dijauhi, serta ada peraturan-peraturan yang harus ditaati. Dalam belajar memahami diri dan memahami aturan Allah SWT inilah tidak jarang terjadi “kegagalan”, oleh sebab itu mereka membutuhkan bantuan khusus, baik dalam bentuk bimbingan dan/atau konseling, inilah yang menjadi hakekat dari bimbingan dan konseling Islami.

Bimbingan dan konseling Islami sebagai upaya membantu individu belajar mengembangkan fitrah (potensi) manusia dan atau kembali kepada fitrah dengan cara memberdayakan (enpowering) iman, akal, dan kemauan yang dikaruniakan Allah SWT kepadanya untuk mempelajari tuntunan Allah dan Rasul-Nya, agar fitrah yang ada pada individu dapat berkembang dengan benar dan kokoh sesuai tuntunan-Nya. Oleh karena itu, referensi utama yang dijadikan sebagai rujukan dalam bimbingan dan konseling Islami adalah “tuntunan Allah SWT ", yaitu Al-Qur'an dan Sunnah Rasul.

Prinsip dasar bimbingan dan konseling Islami

Prinsip dasar bimbingan dan konseling Islami adalah prinsip-prinsip yang terkandung dalam ajaran agama Islam, dalam Al-Quran dan Sunnah Rasul, yang dijabarkan sebagai berikut:
  1. Islam mengajarkan pengikutnya untuk memberikan nasihat dan saling membantu dalam kebaikan dan ketakwaan. Ini berarti bahwa setiap kegiatan membantu individu yang mengacu pada hukum-hukum Allah memiliki nilai Ibadah.
  2. Manusia ada di bumi bukan atas kehendaknya sendiri melainkan diciptakan Allah. Ada Sunnatullah (hukum dan peraturan Allah) yang berlaku untuk semua manusia, selamanya. Oleh karena itu, setiap manusia harus menerima dan patuh pada Sunnatullah.
  3. Allah menciptakan manusia dengan maksud dan tujuan. Allah menciptakan manusia sebagai hamba sekaligus khalifah-Nya di bumi. Sebagai hamba, manusia harus selalu beribadah kepada-Nya. Dan, sebagai khalifah, manusia mengemban tanggung jawab dibidangnya masing-masing, yang akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah. Untuk itu, dalam setiap kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling Islami harus sesuai Sunnatullah dan dilandasi sebagai ibadah, mencari ridha Allah.
  4. Manusia dilengkapi dengan fitrah iman sebagai navigator dan kontrol bagi fitrah yang lain (tubuh, jiwa, dan nafsu). Oleh karena itu, dalam bimbingan dan konseling Islami harus fokus pada menjaga, memelihara, dan menumbuhkan iman dalam bentuk pemahaman individu terhadap Al-Quran dan Sunnah Rasul, serta pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Allah memberikan kebebasan pada manusia untuk memenuhi fitrahnya. Namun, pemenuhannya diatur dengan hukum Allah. Bimbingan dan konseling Islami harus ditujukan untuk memungkinkan individu secara bertahap membimbing diri mereka sendiri dalam memenuhi kebutuhan fitrahnya sesuai dengan hukum Allah.
  6. Bimbingan dan konseling Islami terbuka pada hasil penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam.

Tahap-tahap bimbingan dan konseling Islami

Hal terpenting yang harus dipahami oleh konselor maupun konseli adalah, bahwa dalam bimbingan dan konseling Islami tugas konselor hanyalah membantu, konseli sendirilah yang harus berupaya untuk hidup sesuai dengan tuntunan Islam. Oleh karena itu tahap-tahap bimbingan dan konseling Islami adalah:
  1. Meyakinkan individu akan keberadaannya sebagai makhluk ciptaan Allah, keimanan yang benar sangat penting bagi keselamatan hidupnya di dunia dan akhirat. Ada hikmah dibalik musibah, ibadah, dan syariah yang ditetapkan Allah untuk manusia.
  2. Mendorong dan membantu individu memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara benar, sebagai jalan hidup. Untuk itu, individu perlu mengatur waktu dan energi untuk mempelajari agama Islam secara teratur dengan memanfaatkan berbagai sumber daya dan media.
  3. Mendorong dan membantu individu memahami dan mengamalkan iman, islam, dan ihsan dengan benar dan konsisten dalam bentuk aktualisasi pilar iman, rukun Islam, dan ihsan dalam kehidupan sehari-hari.

Peran konselor dalam bimbingan dan konseling Islami

Peran utama konselor dalam bimbingan dan konseling Islami adalah sebagai “Pengingat”, sebagai orang yang mengingatkan individu yang dibimbing dengan ajaran agama Islam. Pada dasarnya individu sudah dibekali Allah dengan fitrah iman, jika iman tidak tumbuh, diduga individu tersebut lupa merawatnya, lupa memberi pupuk, atau diserang penyakit, sehingga iman tidak dapat tumbuh dan tidak berfungsi dengan baik.

Allah telah mengutus Rasul-Nya dengan Al-Qu’ran sebagai pedoman hidup yang sempurna, jika ada individu yang “kebingungan” dan “salah jalan” dalam menjalani kehidupannya, diduga individu tersebut belum memahami petunjuk yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasul sebagai implementasi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Disinilah peran muslim yang mempunyai keahlian sebagai konselor untuk mengingatkannya.


Sumber :

Anwar Sutoyo. Selangkah lebih dekat dengan Bimbingan dan Konseling Islami. Majalah Bimbingan dan Konseling. Edisi I/Th.I/ISSN : 2089-225X/2012. Yogyakarta. Penerbit Paramitra Publishing.

Anwar Sutoyo. A Model of Islamic Guidance and Counseling. Makalah. Download.
Written by: Konselor Sekolah
Situs BK - Bimbingan dan Konseling, Updated at: 9:53 PM

Bagaimana mengenali gaya belajar anak

Setiap anak dilahirkan unik, masing-masing memiliki perbedaan satu sama lain, bahkan anak kembar identik sekalipun pasti memiliki perbedaan, baik perbedaan fisik, pola fikir, maupun bagaimana mereka merespon dan mempelajari pengetahuan baru, termasuk didalamnya cara belajar. Setiap anak mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam menyerap pelajaran berdasarkan kemampuan otak mereka sebagai pusat belajar.

Berdasarkan kemampuan otak dalam menyerap, mengelola, dan menyampaikan informasi yang masuk, maka cara belajar anak, istilah umum “gaya belajar”, dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori, 1) Visual, 2) Auditorial, dan 3) Kinestetik. Pengkategorian ini bukan berarti anak hanya memiliki satu karakteristik cara belajar tertentu saja, bisa jadi memiliki ketiga-tiganya, tetapi pasti ada salah satu yang menonjol diantara ketiga karakteristik tersebut, sehingga jika mendapatkan rangsangan yang tepat dalam belajar akan memudahkan anak dalam menyerap pelajaran.

Bagaimana mengenali gaya belajar anak ? Untuk mengenali karakteristik gaya belajar anak dapat dilihat dari ciri-ciri perilaku anak.

1. Gaya belajar visual

Gaya belajar visual menekankan pada indera penglihatan atau mata. Anak dengan karakteristik belajar visual yang menonjol ditandai dengan ciri-ciri perilaku berikut :
  • teratur, rapi, teliti, dan rinci sehingga membutuhkan penjelasan detail sebelum merespon sesuatu
  • berbicara cepat dan lebih suka memberikan jawaban singkat saat diajukan pertanyaan, seperti “ya atau tidak”
  • mampu dengan baik menyusun rencana jangka pendek
  • mengingat sesuatu berdasarkan asosiasi visual sehingga mudah mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar
  • bersikap waspada dan tidak mudah terganggu suara, meskipun sedang belajar
  • sulit menerima instruksi verbal, sering lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain, sehingga lebih suka instruksi tertulis
  • suka membaca, mampu membaca dengan cepat dan tekun, dan mampu mengeja huruf dengan sangat baik
  • saat berbicara di telepon, selama berbicara suka membuat coretan-coretan
  • lebih suka demo daripada pidato/ceramah
  • lebih tertarik bidang seni lukis dan pahat
  • tidak pandai mengemukakan kata-kata dalam bentuk tulisan
Untuk mengoptimalkan anak dengan karakteristik visual maka dibutuhkan strategi pembelajaran dengan menggunakan materi pelajaran berbasis multimedia, seperti slide, film, video, komputer/laptop, menandai materi yang penting dengan warna, misalkan dengan stabilo atau bolpoint berwarna, dan menggunakan buku yang menggunakan ilustrasi berwarna.

2. Gaya belajar auditorial

Gaya belajar auditorial menekankan pada indera pendengar atau telinga. Anak dengan karakteristik belajar auditorial yang menonjol ditandai dengan ciri-ciri perilaku berikut :
  • suka berbicara sendiri saat belajar, dan membaca dengan suara keras
  • lebih suka mendengar daripada membaca sehingga mudah terganggu dengan suara bising
  • mudah mengulang, menirukan, atau mengenali nada suara sehingga lebih mudah mengingat apa yang didengar daripada yang dilihat
  • fasih berbicara dengan irama dan pola yang baik sehingga pandai bercerita, tetapi kesulitan menuliskannya
  • senang musik dan menyanyi
  • suka berbicara, diskusi, dan mampu menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar
  • kesulitan mengerjakan tugas-tugas visual
Anak dengan karakteristik auditorial akan lebih berhasil menyerap pelajaran apabila materi pelajaran itu didengar berulang-ulang, baik dengan membacakan materi pelajaran, diskusi, atau menggunakan audio, misalkan mendengarkan rekaman materi pelajaran

3. Gaya belajar kinestetis

Gaya belajar kinestetis menekankan pada kemampuan psikomotorik yaitu gerakan, sentuhan, ketrampilan dari anggota badan dalam melakukan suatu kegiatan belajar. Anak dengan karakteristik belajar kinestetis yang menonjol ditandai dengan ciri-ciri perilaku berikut :
  • perlahan saat berbicara, memakai kata yang mengandung aksi, dan banyak menggunakan bahasa tubuh
  • banyak bergerak sehingga tidak dapat duduk diam dan berlama-lama
  • suka aktivitas fisik sehingga memiliki perkembangan otot yang baik
  • berdiri dekat atau menyentuh orang yang diajak bicara, dan untuk mendapatkan perhatian mereka
  • belajar dengan praktek langsung, dan mudah menghafal sesuatu jika melihat secara langsung
  • saat membaca biasanya menggunakan jari untuk menunjuk kata yang sedang dibaca
  • tidak suka membaca dan umumnya tulisannya jelek
  • suka mencoba hal-hal yang baru
Anak dengan karakteristik kinestetis akan lebih berhasil menyerap pelajaran dengan praktik langsung, baik dengan pembimbingan atau memberikan tugas / praktik mandiri untuk eksplorasi diri.
Written by: Konselor Sekolah
Situs BK - Bimbingan dan Konseling, Updated at: 11:57 PM

Keterampilan mendengarkan aktif dalam konseling

Dalam sesi konseling yang baik pastilah terjadi dialog yang cair antara konselor dengan konseli, dan ini akan terjadi jika konselor memiliki keterampilan mendengarkan aktif, keterampilan dasar yang harus dikuasi konselor. Mendengarkan aktif (active listening) berbeda dengan mendengar (hearing). Mendengarkan aktif merupakan sebuah proses yang kompleks, melibatkan semua panca indera dan bagian-bagian tubuh lain secara aktif sehingga pesan yang disampaikan menjadi bermakna. Sedangkan mendengar merupakan respon fisiologis saat menerima stimulus yang berupa suara dengan indera pendengar.

Mendengarkan aktif berarti konselor menaruh minat pada persoalan konseli, dan peduli dengan apa yang dipikirkan atau dirasakannya. Konselor menganggap konseli adalah penting dan berharga, tanpa menghakimi atau menilai. Konselor berusaha memahami, memaafkan dan menerima sudut pandang konseli, namun tidak berarti konselor menyetujui pendapat konseli. Mendengarkan aktif akan membantu konselor dan konseli memahami mengenai apa yang terjadi, karena dalam kondisi bermasalah, konseli tidak selalu dapat berfikir jernih.

Mendengarkan aktif dapat meningkatkan hubungan interpersonal antara konselor dengan konseli menjadi lebih rileks, bebas, dan akrab. Mendorong konseli berbicara dengan bebas, meluapkan emosi, menurunkan ketegangan, kemarahan, agresi , frustasi yang dialami tersalurkan. Pada akhirnya akan membuat pikiran konseli menjadi lebih jernih, sehingga dapat memahami dirinya dan persoalan yang dihadapinya dengan lebih baik dan realistik.

Dalam mendengarkan aktif, terjadi tiga proses yang berjalan bersamaan, 1) mengamati, yaitu memperhatikan dengan seksama pesan verbal dan non verbal yang nampak maupun tersembunyi, 2) memahami, yaitu menganalisa dan menerima apa yang dirasakan dan dialami konseli, 3) menanggapi, yaitu memberikan umpan balik secara verbal dan non verbal dengan tepat yang menunjukkan bahwa konselor mendengarkan dengan baik dan memahami “pesan” yang disampaikan konseli. Oleh karena itu, agar konselor dapat mendengarkan aktif maka dibutuhkan keterampilan-keterampilan sebagai berikut :

Mendengar dengan jelas

Jika Anda mendengarkan, sangat penting Anda hanya mendengar. Kesulitan utama konselor adalah ia berfikir ketika mendengarkan, Jika Anda berfikir tentang apa yang Anda katakan, Anda tidak akan tahu dengan tepat apa yang dikatakan orang lain kepada Anda. Sangat penting Anda mendengar tanpa menilai atau menghakimi apa yang dikatakannya dan tanpa berusaha segera mengoreksi apa yang dipikirkannya.

Refleksi

Ketika seseorang berbicara kepada Anda, merefleksi adalah menyimpulkan dan mengulang secara sederhana apa yang dipikirkan dan dirasakan orang itu. Refleksi membantu menjernihkan masalah yang timbul pada kedua belah pihak. Jika Anda salah mengerti terhadap konseli, ia dapat mengoreksi Anda. Jika Anda mengulangi pikiran dan perasaannya, gunakan pernyataan, bukan pertanyaan.

Parafrase

Tanggapan konselor dengan menyatakan kembali isi dari pernyataan konseli yang terakhir. Parafrase memusatkan perhatian pada isi tentang kejadian, orang-orang, esensi kalimat yang digunakan konseli atau kata-kata terakhir konseli. Kadang-kadang cukup mengulang kata-kata konseli, barangkali menekankan pada satu kata tertentu. Seringkali, paraphrase menggunakan kata-kata yang sama yang digunakan konseli, tetapi dengan jumlah perkataan yang lebih sedikit.

Memberi pertanyaan terbuka

Jangan memberi pertanyaan tertutup, yang dapat dijawab dengan “ya” atau “tidak”. Gunakan pertanyaan yang membuat konseli menggali alasan-alasannya berfikir, berperasaan, atau bertindak. Jangan bertanya mengapa? Konseli tidak akan mengerti mengapa, karena jika ia tahu alasannya, tentu ia tidak akan melakukan hal itu. Dengan bertanya mengapa, konseli akan membela diri dan membuat alasan untuk membenarkan tindakannya. Akan tetapi, jika bertanya “apa”, Anda berusaha membuat konseli memusatkan perhatiannya pada hal-hal yang dilakukannya.

Menggunakan bahasa tubuh

Bagaimana posisi tubuh Anda? Jika Anda sedang melayani konseli, sebaiknya Anda duduk dengan kaki dan lengan tidak menyilang, agak bersandar ke depan, dan mengadakan kontak mata. Hal ini menunjukkan Anda menaruh minat kepada apa yang dikatakan orang lain dan Anda menaruh perhatian kepadanya. Buat posisi Anda rileks dan nyaman, posisi tubuh Anda akan memberikan sugesti pada konseli. Jika Anda kaku maka konseli pun kaku. Jika Anda rileks dan nyaman maka konseli pun akan merasakan rileks dan nyaman.

Kontak mata

Kontak mata yang efektif menunjukkan minat dan keinginan untuk mendengarkan. Hal ini memungkinkan konseli menghargai penerimaan konselor terhadap dirinya dan pesan-pesannya. Hal ini juga menunjukkan bahwa konseli merasa aman bersama Anda. Kontak mata adalah melihat dengan tatapan mata lembut kepada konseli, kadang-kadang berpindah dari wajah ke bagian tubuh lain konseli, tangan, misalnya, kembali ke wajah dan kemudian kontak mata. Kontak mata yang buruk terjadi ketika Anda berulang-ulang membuang muka, melihat dengan melotot, atau membuang muka ketika konseli menatap Anda.

Memperhatikan tanda-tanda non verbal

Perhatikan baik-baik apakah konseli tegang, mengetuk-etuk kakinya, menengok ke sekeliling, membuang muka, dan sebagainya. Kadang bahasa non verbal berbicara lebih lugas dibanding pernyataan yang disampaikan konseli. Buatlah agar konseli menyadari hal itu dan biarkan ia mengetahui apa maknanya bagi perasaannya.

Dalam berbagai kasus, keterampilan konselor dalam mendengar aktif tidak keluar karena berbagai hambatan, diantaranya :
  1. Tidak sabar dan kekurangan waktu, menunjukkan bahwa Anda terburu-buru dan Anda tidak mempunyai waktu baginya.
  2. Secara dini memberi pendapat tentang pribadi konseli dan bagaimana masalah itu dapat diatasi.
  3. Membuat komentar / penilaian, mengkritik, kurang pemahaman / insight, dan menyimpulkan bahwa konseli bersalah.
  4. Tidak sependapat, berdebat, dan memotong pembicaraan.
  5. Memberi nasehat yang menunjukkan bahwa Anda mengetahui jawaban dari masalah konseli.
  6. Memberikan kesan bahwa Anda tidak menanggapi masalahnya secara sungguh-sungguh dengan membuat pernyataan sarkastis / sinis.
  7. Ingin berbicara tentang pengalamannya sendiri daripada mendengarkan.
  8. Bersikap pasif, menunjukkan kesan “saya bosan” atau “saya tidak tertarik”
  9. Ketidakmampuan berkonsentrasi pada permasalahan konseli karena sibuk dengan persoalan sendiri atau memalingkan perhatiannya dari konseli.
  10. Disela / terganggu oleh kehadiran orang lain, kondisi / situasi lingkungan, atau telepon.

Referensi :
Dr. Lydia Harlina Martono, S.K.M. dan dr. Satya Joewana, Sp.K.J. 2006. Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba Berbasis Sekolah Buku Panduan untuk Guru, Konselor, dan Administrator. Jakarta. Balai Pustaka.
Written by: Konselor Sekolah
Situs BK - Bimbingan dan Konseling, Updated at: 8:58 PM

5 Tips sederhana mengalahkan depresi

Pemilu legislatif berakhir sudah, bagi yang “menang”, ia akan merasakan kebahagiaan yang sangat besar karena akan melenggang menjadi “yang terhormat” di gedung DPR, tapi jangan lupa dengan janjinya untuk memikirkan rakyat, karena Anda adalah WAKIL RAKYAT yang terpilih, bukan atas dasar tunjukan dari partai politik Anda. Bagi yang gagal dapat dipahami jika mengalami guncangan yang hebat karena sudah mencurahkan segenap tenaga dan pikiran, menghabiskan dana ratusan juta sampai milyaran rupiah. Bahkan belum genap sehari dari hari pencoblosan, TV One sudah menayangkan berita mengenaskan, bagaimana seorang calon legeslatif yang depresi karena gagal terpilih.

Jauh-jauh hari banyak Rumah Sakit Jiwa yang menyediakan secara khusus perawatan bagi “korban” pemilu legeslatif. Tapi saya berharap Anda tidak menjadi pasien disana. Terima dengan ikhlas kegagalan Anda, ini akan membantu meringankan beban Anda. Berjuang tidak harus dari gedung DPR, banyak hal yang masih pantas Anda perjuangkan, hidup Anda dan keluarga Anda, misalnya. Ikuti 5 tips berikut ini untuk mengalahkan depresi bagi Anda yang gagal jadi legeslatif, maupun bagi Anda yang depresi karena masalah-masalah lain.

1. Mencari fakta-fakta atas depresi Anda dan mendapatkan bantuan

Baca dan lakukan penelitian tentang depresi. Anda perlu memiliki pemahaman tentang apa yang Anda hadapi. Ibarat mau maju perang, Anda harus “mengantongi” kekuatan lawan. Dengan pengetahuan Anda tentang depresi, memungkinkan Anda untuk membuat keputusan yang tepat dan mengeksplorasi apa jenis perawatan medis jika diperlukan. Manfaatkan tes diri untuk mengetahui jenis depresi yang Anda alami, yang banyak ditemukan di buku-buku atau secara online. Anda harus mencari bantuan medis setelah melakukannya, depresi bisa sangat rumit untuk dipecahkan sendiri.

2. Latihan fisik atau olah raga

Setiap latihan fisik, atau olah raga, seperti jogging, selain baik untuk kesehatan dan kebugaran Anda, juga dapat membantu mengangkat kembali semangat Anda. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa latihan fisik atau olah raga secara rutin dapat efektif mengalahkan depresi.

3. Berbagi perasaan atau curhat

Kebanyakan orang yang mengalami depresi hanya memerlukan saluran untuk melampiaskan pikiran dan emosi mereka. Berbagi perasaan atau curhat dengan sahabat, keluarga, atau orang lain, asalkan Anda merasa nyaman, adalah cara mudah yang sangat baik untuk mengurangi depresi. Seseorang yang mampu mendengarkan, berempati , dan dapat memahami bagaimana perasaan Anda, bahkan tanpa menawarkan nasihat apapun, itu sudah cukup untuk membantu Anda menjadi merasa lebih baik.

4. Hindari alkohol dan obat-obatan

Banyak orang yang depresi “melarikan diri” dengan mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan. Mungkin ini akan membuat Anda merasa nyaman, tapi hanya bersifat sementara, dalam jangkan panjang akan merusak kesehatan dan menghancurkan kehidupan Anda. Jangan lari pada alkohol atau obat-obatan. Penelitian telah menunjukkan bahwa alkohol dan obat-obatan sementara mengurangi efektivitas hormon stres sehingga menekan sistem saraf dan otak yang membuat Anda merasa down, bahkan akan lebih memperparah kondisi Anda.

5. Fokus pada harapan

Optimis. Sikap penuh harapan adalah kebalikan dari depresi. Untuk mengalahkan depresi, Anda harus belajar untuk fokus pada harapan dan mengembangkan hati yang penuh harapan. Salah satu cara untuk mencapai ini adalah dengan mendekatkan diri pada Allah SWT, membaca Al-Quran, atau kisah-kisah inspiratif tentang seseorang yang mampu keluar dari depresi. Dengan internet , ayat-ayat dan kisah-kisah tersebut dengan mudah ditemukan dengan menggunakan Google .

Cara lain untuk mencapai ini adalah dengan memanfaatkan afirmasi positif, peneguhan pada hal-hal positif dalam diri Anda, dengan cara sederhana, Anda cukup menuliskan kalimat-kalimat positif yang dapat Anda pikirkan, tempelkan pada tempat-tempat yang setiap saat Anda dapat membacanya. Bacalah keras-keras dengan energi 10 kali setiap pagi dengan penuh keyakinan dan kepercayaan bahwa yang Anda tegaskan itu akan terwujud. Ini dapat mengalihkan daya negatif dalam kehidupan Anda kepada afirmasi positif yang Anda lakukan.

Lakukan 5 tips ini dengan kepercayaan dan keyakinan diri, insya Allah Anda mampu mengalahkan depresi yang Anda alami. Ingat, tindakan Anda adalah kunci dari "perang" ini, karena sesungguhnya Anda berhak untuk menikmati kehidupan yang layak Anda dapatkan ! Amin.
Written by: Konselor Sekolah
Situs BK - Bimbingan dan Konseling, Updated at: 12:52 AM
 
@ 2012 Tentang Kami - Kontak Kami - Privacy Policy - Situs BK