5 Tips sederhana mengalahkan depresi

Pemilu legislatif berakhir sudah, bagi yang “menang”, ia akan merasakan kebahagiaan yang sangat besar karena akan melenggang menjadi “yang terhormat” di gedung DPR, tapi jangan lupa dengan janjinya untuk memikirkan rakyat, karena Anda adalah WAKIL RAKYAT yang terpilih, bukan atas dasar tunjukan dari partai politik Anda. Bagi yang gagal dapat dipahami jika mengalami guncangan yang hebat karena sudah mencurahkan segenap tenaga dan pikiran, menghabiskan dana ratusan juta sampai milyaran rupiah. Bahkan belum genap sehari dari hari pencoblosan, TV One sudah menayangkan berita mengenaskan, bagaimana seorang calon legeslatif yang depresi karena gagal terpilih.

Jauh-jauh hari banyak Rumah Sakit Jiwa yang menyediakan secara khusus perawatan bagi “korban” pemilu legeslatif. Tapi saya berharap Anda tidak menjadi pasien disana. Terima dengan ikhlas kegagalan Anda, ini akan membantu meringankan beban Anda. Berjuang tidak harus dari gedung DPR, banyak hal yang masih pantas Anda perjuangkan, hidup Anda dan keluarga Anda, misalnya. Ikuti 5 tips berikut ini untuk mengalahkan depresi bagi Anda yang gagal jadi legeslatif, maupun bagi Anda yang depresi karena masalah-masalah lain.

1. Mencari fakta-fakta atas depresi Anda dan mendapatkan bantuan

Baca dan lakukan penelitian tentang depresi. Anda perlu memiliki pemahaman tentang apa yang Anda hadapi. Ibarat mau maju perang, Anda harus “mengantongi” kekuatan lawan. Dengan pengetahuan Anda tentang depresi, memungkinkan Anda untuk membuat keputusan yang tepat dan mengeksplorasi apa jenis perawatan medis jika diperlukan. Manfaatkan tes diri untuk mengetahui jenis depresi yang Anda alami, yang banyak ditemukan di buku-buku atau secara online. Anda harus mencari bantuan medis setelah melakukannya, depresi bisa sangat rumit untuk dipecahkan sendiri.

2. Latihan fisik atau olah raga

Setiap latihan fisik, atau olah raga, seperti jogging, selain baik untuk kesehatan dan kebugaran Anda, juga dapat membantu mengangkat kembali semangat Anda. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa latihan fisik atau olah raga secara rutin dapat efektif mengalahkan depresi.

3. Berbagi perasaan atau curhat

Kebanyakan orang yang mengalami depresi hanya memerlukan saluran untuk melampiaskan pikiran dan emosi mereka. Berbagi perasaan atau curhat dengan sahabat, keluarga, atau orang lain, asalkan Anda merasa nyaman, adalah cara mudah yang sangat baik untuk mengurangi depresi. Seseorang yang mampu mendengarkan, berempati , dan dapat memahami bagaimana perasaan Anda, bahkan tanpa menawarkan nasihat apapun, itu sudah cukup untuk membantu Anda menjadi merasa lebih baik.

4. Hindari alkohol dan obat-obatan

Banyak orang yang depresi “melarikan diri” dengan mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan. Mungkin ini akan membuat Anda merasa nyaman, tapi hanya bersifat sementara, dalam jangkan panjang akan merusak kesehatan dan menghancurkan kehidupan Anda. Jangan lari pada alkohol atau obat-obatan. Penelitian telah menunjukkan bahwa alkohol dan obat-obatan sementara mengurangi efektivitas hormon stres sehingga menekan sistem saraf dan otak yang membuat Anda merasa down, bahkan akan lebih memperparah kondisi Anda.

5. Fokus pada harapan

Optimis. Sikap penuh harapan adalah kebalikan dari depresi. Untuk mengalahkan depresi, Anda harus belajar untuk fokus pada harapan dan mengembangkan hati yang penuh harapan. Salah satu cara untuk mencapai ini adalah dengan mendekatkan diri pada Allah SWT, membaca Al-Quran, atau kisah-kisah inspiratif tentang seseorang yang mampu keluar dari depresi. Dengan internet , ayat-ayat dan kisah-kisah tersebut dengan mudah ditemukan dengan menggunakan Google .

Cara lain untuk mencapai ini adalah dengan memanfaatkan afirmasi positif, peneguhan pada hal-hal positif dalam diri Anda, dengan cara sederhana, Anda cukup menuliskan kalimat-kalimat positif yang dapat Anda pikirkan, tempelkan pada tempat-tempat yang setiap saat Anda dapat membacanya. Bacalah keras-keras dengan energi 10 kali setiap pagi dengan penuh keyakinan dan kepercayaan bahwa yang Anda tegaskan itu akan terwujud. Ini dapat mengalihkan daya negatif dalam kehidupan Anda kepada afirmasi positif yang Anda lakukan.

Lakukan 5 tips ini dengan kepercayaan dan keyakinan diri, insya Allah Anda mampu mengalahkan depresi yang Anda alami. Ingat, tindakan Anda adalah kunci dari "perang" ini, karena sesungguhnya Anda berhak untuk menikmati kehidupan yang layak Anda dapatkan ! Amin.
Written by: Konselor Sekolah
Situs BK - Bimbingan dan Konseling, Updated at: 12:52 AM

Tips mengelola stres dari American Psychological Association (APA)

Dalam kehidupan yang penuh tekanan saat ini, stres telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Stres dapat menyebabkan orang merasa kewalahan atau menekan seseorang sampai pada batasnya. Stres dengan “kadar” yang rendah sampai sedang bisa baik bagi Anda jika dikelola dengan cara yang sehat, sebaliknya, stres yang ekstrim dapat mengambil korban secara emosional dan fisik. Anda dapat kehilangan pekerjaan Anda, orang-orang yang Anda cintai, keluarga Anda, bahkan nyawa Anda.

Pengelolaan stres yang buruk memberikan konsekuensi buruk bagi kesehatan Anda, merasa lelah, obesitas, sampai pada penyakit jantung, misalnya. Penting untuk mengetahui bagaimana mengenali tingkat stres yang tinggi dan mengambil tindakan untuk menanganinya dengan cara yang sehat. Mampu mengendalikan stres adalah perilaku yang dipelajari, dan stres dapat secara efektif dikelola dengan mengambil langkah-langkah kecil menuju perubahan perilaku tidak sehat menjadi perilaku yang sehat.

American Psychological Association (APA) menawarkan tips berikut tentang bagaimana mengelola stres Anda :

Memahami bagaimana Anda stres. Setiap orang mengalami stres secara berbeda. Bagaimana Anda tahu kapan Anda sedang stres ? Bagaimana pikiran atau perilaku yang berbeda dari saat-saat ketika Anda tidak merasa stres ?

Mengidentifikasi sumber stres Anda. Peristiwa atau situasi apa yang memicu perasaan stres ? Apakah berhubungan dengan anak-anak Anda, keluarga, kesehatan, keuangan, pekerjaan, hubungan atau sesuatu yang lain ?

Pelajari sinyal stres Anda sendiri. Orang-orang mengalami stres dengan cara yang berbeda. Anda mungkin memiliki waktu sulit berkonsentrasi atau membuat keputusan, merasa marah , mudah tersinggung atau di luar kendali, atau mengalami sakit kepala, ketegangan otot atau kekurangan energi. Ukur sinyal stres Anda.

Kenali bagaimana Anda mengatasi stres. Tentukan apakah Anda menggunakan perilaku tidak sehat ( seperti merokok, minum alkohol, dan makan berlebih ) untuk mengatasinya. Apakah ini perilaku rutin, atau itu khusus untuk peristiwa atau situasi tertentu ? Apakah Anda membuat pilihan yang tidak sehat akibat merasa bergegas dan kewalahan ?

Temukan cara yang sehat untuk mengelola stres. Pertimbangkan cara-cara yang sehat untuk mengurangi stress, seperti meditasi, berolahraga atau berbicara dengan teman-teman atau keluarga. Perlu diingat bahwa perilaku tidak sehat berkembang dari waktu ke waktu dan bisa sulit untuk berubah. Jangan mengambil terlalu banyak sekaligus. Fokus pada perubahan perilaku hanya satu pada suatu waktu.

Jaga diri Anda baik-baik. Makan dengan benar, cukup tidur, minum banyak air dan terlibat dalam aktivitas fisik secara teratur. Pastikan Anda memiliki pikiran dan tubuh yang sehat melalui kegiatan seperti yoga, berjalan-jalan pendek, pergi ke gym atau bermain olahraga yang akan meningkatkan kesehatan fisik dan mental Anda. Ambil liburan biasa atau istirahat dari pekerjaan. Tidak peduli seberapa sibuk, penting membuat waktu untuk diri sendiri - bahkan jika itu hanya hal-hal sederhana seperti membaca buku yang bagus atau mendengarkan musik favorit Anda.

Mencari dukungan. Menerima bantuan dari teman-teman dan keluarga dapat meningkatkan kemampuan Anda untuk mengelola stres. Jika Anda terus merasa kewalahan oleh stres, Anda mungkin ingin berbicara dengan seorang psikolog, yang dapat membantu Anda lebih baik mengelola stres dan mengubah perilaku tidak sehat.
Written by: Konselor Sekolah
Situs BK - Bimbingan dan Konseling, Updated at: 12:23 AM

Mitos menyesatkan tentang stres

Di masyarakat kita banyak berkembang anggapan yang salah atau menyesatkan tentang stres, bahkan menjadi semacam mitos. Pengetahuan yang salah terhadap stress ini bisa berakibat fatal, dan dapat menjerumuskan seseorang ke dalam “kubangan” stress yang akan merenggut pekerjaan, sahabat, keluarga, bahkan hidup Anda.

Berikut beberapa mitos yang mengelilingi stres. Menepis mitos ini akan menjadikan kita lebih memahami masalah stress dan kemudian mengambil tindakan yang tepat, dan tentu saja sehat.

Mitos 1 : Stres sama untuk semua orang

Benar-benar salah. Stres berbeda untuk masing-masing dari kita. Apa yang menegangkan bagi satu orang mungkin atau mungkin tidak menimbulkan stres bagi yang lain, masing-masing dari kita merespon stres dengan cara yang sama sekali berbeda.

Mitos 2 : Stres selalu buruk bagi Anda

Menurut pandangan ini, nol atau tidak ada stres membuat kita bahagia dan sehat. Salah besar. Stres adalah kondisi ketegangan yang terjadi pada manusia, seperti string / senar biola: terlalu sedikit / kendor string biola maka musik yang keluar terdengar serak dan membosankan, terlalu banyak / tegang maka musik terdengan melengkin dan dapat memutus string biola. Stres bisa menjadi ciuman kematian atau bumbu kehidupan. Masalahnya, benar-benar, adalah bagaimana mengelolanya. Pengelolaan stress yang benar / sehat membuat kita produktif dan bahagia, sebaliknya, stres yang salah urus bisa mengakibatkan sakit, dan bahkan membunuh kita.

Mitos 3 : Stres ada di mana-mana, sehingga Anda tidak dapat berbuat apa-apa

Tidak begitu. Anda dapat merencanakan hidup Anda sehingga stres tidak menguasai Anda. Perencanaan hidup yang efektif dengan menetapkan prioritas dan bekerja pada masalah yang sederhana terlebih dahulu, memecahkan mereka, baru kemudian menghadapi atau memecahkan masalah yang lebih kompleks. Ketika stres menjadi salah kelola, sulit untuk memprioritaskan. Semua masalah Anda tampaknya sama dan stres tampaknya ada dimana-mana.

Mitos 4 : Teknik yang paling populer untuk mengurangi stres adalah yang terbaik

Sekali lagi, tidak begitu. Tidak ada teknik pengurangan stres secara universal efektif ada. Kita semua berbeda, hidup kita berbeda, situasi kita berbeda, dan reaksi kita berbeda. Program komprehensif lah yang dibutuhkan untuk mengurangi stres sesuai dengan pemicu stre pada masing-masing individu.

Mitos 5 : Tidak ada gejala, tidak ada stres

Tidak adanya gejala bukan berarti tidak adanya stres. Bahkan, menyamarkan gejala dengan obat-obatan dapat mencabut Anda dari sinyal yang Anda butuhkan untuk mengurangi ketegangan pada sistem fisiologis dan psikologis Anda. Anda harus memahami diri Anda, adakah hal-hal yang keluar “asing” pada diri Anda. Bisa jadi ini sebenarnya adalah gejala stress, namun Anda abaikan, tidak peduli terhadapnya.

Mitos 6 : Hanya gejala utama stres yang memerlukan perhatian

Mitos ini mengasumsikan bahwa gejala "kecil", seperti sakit kepala atau asam lambung, dapat diabaikan dengan aman. Gejala minor stres adalah peringatan dini bahwa hidup Anda telah keluar dari tangan atau kendali Anda, dan bahwa Anda perlu melakukan pekerjaan yang lebih baik untuk mengelola stres yang sudah “mengintai” Anda.

Sumber : www.apa.org
Written by: Konselor Sekolah
Situs BK - Bimbingan dan Konseling, Updated at: 12:41 AM

Bagaimana meningkatkan kecerdasan Anda

Banyak orang yang berpikir bahwa orang-orang cerdas itu dilahirkan, karena keturunan, dan tidak bisa dibuat. Pendapat ini tidak sepenuhnya benar, karena ada banyak cara sederhana yang dapat Anda lakukan untuk membantu meningkatkan tingkat kecerdasan Anda . Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu meningkatkan Intellegence Quotient (IQ) Anda.

1. Membaca

Membaca adalah salah satu cara untuk memperoleh informasi . Jadi, untuk meningkatkan kecerdasan Anda , Anda harus mencoba untuk terus membaca. Bacalah buku-buku informasi atau bahan lain yang memberikan wawasan tentang topik-topik tertentu. Bacalah juga tulisan-tulisan yang membahas perbedaan pandangan atau pendapat seseorang, kemudian cobalah untuk membuat sudut pandang yang berbeda menurut Anda. Ini akan membantu Anda meningkatkan cara berpikir kritis dan juga meningkatkan penalaran dan pemahaman.

2. Olah raga

Berolahraga secara teratur tidak hanya memberikan Anda tubuh yang sehat, tetapi juga dapat memberikan kesehatan mental yang lebih baik. Setiap bagian dari tubuh kita membutuhkan oksigen untuk berfungsi dengan baik, dan olahraga secara teratur membantu mengatur jumlah oksigen dalam tubuh kita. Otak merupakan salah satu bagian dari tubuh kita yang memerlukan sejumlah besar oksigen. Jadi, jika kita berolahraga secara teratur, kita memberi makan otak kita dengan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh otak kita, dan membantu agar otak berfungsi dengan baik.

3. Tidur yang cukup

Istirahat yang cukup, atau tidur malam yang baik dapat membantu tubuh dan otak Anda menjadi rileks setelah seharian bekerja. Otak kita seperti mesin bermotor, perlu perawatan yang tepat dan pemeliharaan sehingga dapat berfungsi secara efisien dan efektif, dan tentu saja mencegah kerusakan.

4. Mendengarkan musik klasik

Penelitian menunjukkan bahwa mendengarkan musik klasik karya Mozart misalnya, dapat membantu meningkatkan tingkat IQ untuk waktu singkat, atau komposisi klasik lainnya juga dikatakan memiliki efek yang sama. Jadi, ketika Anda sedang membaca atau melakukan tugas-tugas mental yang menantang, cobalah untuk mendengarkan beberapa musik klasik. Ini akan membantu Anda melakukan lebih baik, dan juga dapat membantu Anda meningkatkan kecerdasan Anda dalam jangka panjang.

5. Bermain logical game


Bermain game, seperti catur, Sudoku, teka-teki, atau permainan lain yang sejenis, dapat membantu meningkatkan logika Anda. Bermain game jenis ini membantu Anda memiliki pikiran yang lebih kritis dan meningkatkan kemampuan penalaran dan pemahaman. Hal ini akan membantu Anda meningkatkan kecerdasan Anda, karena Anda terbiasa memproses sejumlah besar informasi dalam waktu yang singkat.
Written by: Konselor Sekolah
Situs BK - Bimbingan dan Konseling, Updated at: 6:57 PM

Bagaimana etika berbicara yang baik

Berbicara merupakan hal mudah yang bisa dilakukan seseorang, selama ia diberi anugerah dari Tuhan kemampuan untuk berbicara. Namun, dalam bingkai komunikasi efektif, berbicara menjadi sebuah proses yang terbilang rumit, berbicara merupakan proses penyampaian pesan, pikiran, gagasan, dan ide-ide seseorang kepada orang lain, meskipun isi pesan sangat sederhana dan disampaikan secara langsung. Ketika berbicara pada seseorang kita harus mampu menyelaraskan diri pada lawan bicara kita sehingga terjadi kesepahaman.

Selain itu, berbicara sesungguhnya mengandung muatan-muatan psikologis didalamnya. Manusia sebagai makhluk individu mengingingkan pengakuan dan penghargaan terhadap eksistensinya, sehingga ketika berbicara pada seseorang kita harus mampu menunjukan perhatian dan penghargaan kita pada orang yang menjadi lawan bicara kita. Ini bisa kita lakukan jika kita memahami bagaimana etika berbicara yang baik. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan saat berbicara,

1. Arahkan pandangan mata Anda pada Zona-T

Ketika berbicara dengan seseorang, arahkan pandangan mata Anda pada zona-T, titik tengah antara kedua mata dan hidung.Tatap dengan lembut dan bersahabat. Jangan melotot, tatapan kosong, atau mengarahkan pandangan mata Anda pada objek lain. Ini akan memberikan kesan Anda tidak fokus dan tidak menghargai lawan bicara Anda.

2. Berbicara seperlunya dan dengan suara yang jelas

Rendahkanlah suara Anda, tapi jangan terlalu lemah atau lirih sehingga lawan bicara Anda tidak dapat mendengar apa yang Anda sampaikan. Juga jangan terlalu keras sehingga terkesan Anda berteriak. Sampaikan pesan Anda dengan bahasa yang jelas dan tegas, jangan berbelit-belit yang akan membuat lawan bicara Anda susah memahami dan membosankan.

3. Berbicara dengan tersenyum

Wajah adalah cermin hati Anda. Tampakkan wajah yang segar, cerah, ceria, dan bersahabat saat berbicara. Ini akan memberikan rasa nyaman lawan bicara Anda ketika berbicara dengan Anda. Meskipun saat itu Anda sedang lelah atau mempunyai masalah, tetaplah tampilkan senyum yang natural, jangan terkesan dipaksakan. Jangan tebar pesona atau bahkan senyuman genit jika Anda tidak ingin mendapatkan citra negatif dari lawan bicara Anda.

4. Jangan memotong pembicaraan

Perhatikan dan simak dengan seksama apa yang disampaikan lawan bicara Anda. Jangan memotong pembicaraan lawan bicara Anda. Kalaupun terpaksa harus memotong, lakukan saat lawan bicara Anda berhenti berbicara dan mengambil nafas. Awali dengan permintaan maaf, “Maaf! Boleh saya memotong pembicaraan Anda?”, misalnya. Jika lawan bicara Anda berbicara panjang Anda dapat menunjukkan perhatian Anda dengan kalimat-kalimat, “oh ya…”, “terus…”, lalu…”, atau kalimat-kalimat sejenis yang menunjukkan bahwa Anda memperhatikan dan menyimak apa yang disampaikan.

5. Bahasa

Gunakan bahasa yang mudah dipahami, sesuai dengan situasi dan kondisi, serta lawan bicara Anda. Misalnya, jika Anda berbicara dalam situasi formal, gunakan bahasa-bahasa yang formal. Atau, saat berbicara dengan anak kecil, gunakan bahasa anak-anak yang sederhana dan penuh keceriaan sesuai usia mereka. Libatkan bahasa tubuh Anda untuk memberikan penekanan, misalnya dengan gerakan tangan atau anggukan kepala. Condongkan tubuh Anda kearah lawan bicara Anda saat berbicara maupun mendengarkan. Ini menunjukkan kerelaan dan perhatian Anda terhadap isi pembicaraan. Jangan memainkan barang, seperti pensil, hp, atau barang-barang lainnya, jangan menggoyang-goyangkan kaki Anda, atau gerakan yang dapat mengesankan Anda jenuh / gelisah. Ini akan memberikan perasaan tidak nyaman pada lawan bicara Anda.
Written by: Konselor Sekolah
Situs BK - Bimbingan dan Konseling, Updated at: 12:14 AM

Hadapi ! jangan pernah lari dari masalah

Setiap orang pasti tidak ingin punya masalah, apapun itu, baik pribadi, keluarga, pekerjaan, kesehatan, ekonomi, atau masalah yang lain. Namun demikian, kita tidak mungkin lepas dari masalah. Orang hidup pasti punya masalah karena hidup itu sendiri adalah masalah. Berani hidup artinya berani menerima masalah. Hadapi masalah, jangan pernah lari dari masalah. Sekali Anda lari, selamanya Anda akan menjadi pecundang. Hadapi layaknya seorang kesatria yang berjuang untuk menjadi pemenang. Jadilah pemenang bagi diri Anda sendiri. Ibarat pelari marathon, berlarilah untuk memecahkan catatan waktu Anda sendiri, jangan pernah menoleh ke belakang, jangan hiraukan lawan, berlari dan terus berlari maka Anda akan mencapai garis finish dengan catatan waktu terbaik Anda.

Jangan pernah berfikir negatif, jangan “menyerah sebelum bertanding”. Jangan pernah mencari kambing hitam, apalagi melemparkan tanggung jawab masalah Anda pada orang lain. Masalah Anda adalah masalah Anda, karena Anda, sebagai akibat dari tindakan Anda, maka Anda sendirilah yang harus menyelesaikannya. Hadapi dan jangan biarkan masalah berlalu tanpa ada solusi, kalau ini terjadi, Anda akan menyimpan “bom waktu” yang sewaktu-waktu dapat meledak, yang akan menghancurkan hidup Anda, yang akan mengambil alih kehidupan Anda dari keluarga Anda, dari pekerjaan Anda. Tuhan tidak akan pernah menyengsarakan hamba-Nya. Tuhan akan menguji kita sesuai dengan kemampuan kita. Sepanjang kita berusaha dengan keras, sungguh-sungguh, dan selalu berdoa meminta dimudahkan, maka Tuhan akan menunjukkan jalan untuk kita keluar dari masalah, seberat apapun masalahnya.

Selalu berfikir positif, fikiran Anda adalah keyakinan Anda, yang akan mendorong tindakan Anda. Jika Anda fikir bisa, Anda pasti bisa. Tumbuhkan energi positif dalam diri Anda dengan cara selalu berfikir positif. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, ada yang jalan yang harus dilalui dengan berliku, ada juga yang mulus seperti jalan tol, lempeng, tanpa hambatan. Jangan dulu memikirkan hasil akhir, semua tergantung pada usaha Anda, perjuangan Anda. Ingatlah masa kecil Anda, bagaimana Anda belajar berjalan, saat itu Anda tidak pernah berfikir pada hasil akhir, yang ada dalam fikiran Anda saat itu adalah bagaimana Anda bisa berjalan, seribu kali Anda terjatuh, terbentur, bahkan berdarah sekalipun, seribu kali Anda bangkit dan berusaha berjalan. Hingga Anda pun bisa berjalan, lebih dari itu, Anda bisa berlari, melompat, bahkan menendang bola. Bayangkan jika saja saat itu Anda menyerah maka Anda tidak akan pernah berada pada posisi sekarang ini. Bangkit dan berusahalah terus berjalan agar Anda dapat berjalan tegak, bahkan berlari menggapai keberhasilan di rimba raya kehidupan ini.
Written by: Konselor Sekolah
Situs BK - Bimbingan dan Konseling, Updated at: 11:35 PM

Bagaimana cara menemukan kebahagiaan

Hidup bahagia merupakan impian setiap orang. Berbagai upaya dan cara dilakukan orang untuk mendapatkan kebahagiaan. Lantas, apa sebenarnya kebahagiaan? Banyak orang yang keliru menilai kebahagiaan. Mereka beranggapan bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang ada di luar manusia, dan bersifat kondisional. Kebahagiaan bersifat sangat temporal. Sehingga menurut pendapat ini, tidak ada kebahagiaan yang abadi dalam jiwa manusia. Kebahagiaan itu sifatnya sesaat, tergantung kondisi eksternal manusia. Inilah gambaran kondisi kejiwaan masyarakat pada umunya. Mereka selalu dalam keadaan mencari dan mengejar kebahagiaan, tanpa merasa puas dan menetap dalam suatu keadaan. Sehingga yang didapatkan hanyalah kebahagiaan semu.

Kebahagiaan tidak lain adalah limpahan karunia Allah, bukan merupakan sebuah hasil upaya manusia semata. Kebahagiaan adalah kondisi hati yang dipenuhi dengan keyakinan (iman) dan berperilaku sesuai dengan keyakinan tersebut. Manusia diberikan kebebasan memilih, jalan kebahagiaan atau kesengsaraan. Tapi seluruh usaha manusia terikat dengan "takdir Alloh". Takdir adalah hak mutlak Allah. Manusia hanya memiliki hak untuk berusaha dan berikhtiar. Kita harus mengimani takdir, apapun yang terjadi. Namun jika kita selalu berusaha mencari kebahagiaan, niscaya Allah akan memberikan jalan kemudahan.

Bagaimana cara mengukur kebahagiaan? Kebahagiaan tidak dapat diukur secara kuantitas. Namun berbagai penelitian dilakukan untuk mengungkapkan rahasia orang yang bahagia. Hasilnya menunjukkan bahwa kebahagiaan itu berasal dari sikap, perilaku, dan cara berfikir anda. Bahkan beberapa peneliti telah mengembangkan alat untuk mengukur kebahagiaan seseorang, misalnya Online Happiness Scale [http://www.life-scale.org/] dari The Oxford Happiness Questionnaire.

Jadi, bagaimana cara menemukan kebahagiaan ?

Menjadi diri sendiri

Orang yang bahagian adalah orang yang menjadi diri sendiri, jujur pada diri sendiri. Orang yang bahagia memiliki sikap spontan, alami dan nyata, mereka mengatakan apa yang mereka pikirkan dan rasakan, dan tidak peduli apa yang orang lain pikirkan tentang mereka. Menjadi diri sendiri, menjadikan orang merasa bebas dan otentik.

Dalam keseharian, banyak orang yang hidup seperti robot. Berjalan ke sana ke mari, tapi hanya raganya, bukan jiwanya. Ia menjalani hidup dengan "skenario" yang dibuatkan oleh orang lain untuknya. Ia "terpaksa" menjalani hidup seperti itu karena tidak ada pilihan atau tidak ada keberanian. Kuncinya adalah mendengarkan kata hati, yaitu kedisiplinan untuk mendengar bisikan hati dan keberanian untuk mengikutinya.

Orang-orang yang bahagia adalah orang yang mampu merencanakan hidupnya. Melaksanakannya setahap demi setahap dan menikmati setiap tahapan dalam hidupnya. Fokus pada tujuan yang hendak dicapai. Memiliki target yang realistis, tidak bermimpi tentang masa depan yang ideal yang tidak ada. Menatap masa depan dengan pasti, tidak akan khawatir tentang sesuatu yang belum terjadi.

Cinta

Cinta adalah sebuah anugerah yang Allah berikan kepada setiap manusia. Orang-orang bahagia melakukan apa yang mereka nikmati dan menikmati apa yang mereka lakukan, mereka melakukannya semata-mata karena cinta, bukan uang atau tujuan yang lain. Bagi seorang yang bekerja, mencintai profesi adalah salah satu bentuk cinta. Bagi seorang ibu, mengurus suami dan anak-anak adalah wujud kecintaannya terhadap keluarga. Begitu pula dengan seorang guru, mengajarkan ilmu kepada anak didiknya merupakan manifestasi dari kecintaannya kepada murud-muridnya. Ketahuilah, bahwa dengan cinta kita akan bahagia. Karena cinta akan melahirkan energy yang sangat luar biasa yang bisa membuat kita selalu tersenyum lebar dan menjalani hidup dengan bahagia.

Orang-orang yang bahagia adalah orang yang mampu mengembangkan kepribadian dan memiliki kehidupan sosial. Menjalin hubungan itu sangat menyenangkan dan bermanfaat. Kita mendapatkan kebahagiaan kita dari orang lain, dan dari mendukung orang lain. Menghargai orang lain sangat penting untuk mendapatkan kebahagian, jika anda menghargai orang lain, maka orang lain pun akan menghargai anda. Penelitian juga menunjukkan bahwa orang menikah lebih bahagia daripada orang tunggal.

Berfikir positif dan realistis

Orang-orang bahagia memiliki set pikiran positif, optimis, dan terbuka. Jangan takut untuk melangkah mundur dan mengevaluasi kembali tujuan hidup anda. Ambil hikmah dari semua peristiwa hidup anda. Jika anda membuat kesalahan, evaluasi diri anda, ambil sisi positif dari kesalahan tersebut kemudian perbaiki. Jangan pernah memendam emosi dan perasaan buruk, karena akan menciptakan tekanan psikologis dan ketidaknyamanan fisik. Orang yang selalu berfikir positif akan mengalir “energi positif”, sebaliknya, orang yang selalu berfikir negatif, maka yang diperoleh hanyalah “energi negatif”.

Orang-orang yang bahagia, selalu bersikap realistis. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang bahagia memiliki harapan dan aspirasi yang sederhana. Mereka menginginkan apa yang mereka bisa dapatkan, sementara bagi orang-orang yang tidak bahagia, mereka merasa tidak pernah mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka juga tahu bagaimana menghindari kekecewaan dan bagaimana untuk menghasilkan kejutan yang menyenangkan. Hal ini karena mereka berjuang untuk tujuan yang realistis dan puas dengan apa yang mereka dapatkan.

Jangan terpaku pada masa lalu, pada kegagalan atau kesalahan sebelumnya. Demikian pula, jangan bermimpi tentang masa depan yang ideal yang tidak ada atau khawatir tentang apa yang belum terjadi.

Sabar dan pemaaf

Orang-orang yang sabar, cenderung lebih disiplin, mereka melakukan segala sesuatu dengan perencanaan, dan selangkah demi selangkah. Menikmati apa yang dilakukan dan yang diperoleh. Mereka tidak marah atau menyalahkan orang lain atas kegagalan yang dialaminya, tidak iri pada keberhasilan orang lain. Sebuah tindakan yang justru merugikan anda.

Kemarahan merupakan keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Kemarahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri orang, dan merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani.
Written by: Konselor Sekolah
Situs BK - Bimbingan dan Konseling, Updated at: 9:18 PM
 
@ 2012 Tentang Kami - Kontak Kami - Privacy Policy - Situs BK