Home » , » Bagaimana cara menemukan kebahagiaan

Bagaimana cara menemukan kebahagiaan

Hidup bahagia merupakan impian setiap orang. Berbagai upaya dan cara dilakukan orang untuk mendapatkan kebahagiaan. Lantas, apa sebenarnya kebahagiaan? Banyak orang yang keliru menilai kebahagiaan. Mereka beranggapan bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang ada di luar manusia, dan bersifat kondisional. Kebahagiaan bersifat sangat temporal. Sehingga menurut pendapat ini, tidak ada kebahagiaan yang abadi dalam jiwa manusia. Kebahagiaan itu sifatnya sesaat, tergantung kondisi eksternal manusia. Inilah gambaran kondisi kejiwaan masyarakat pada umunya. Mereka selalu dalam keadaan mencari dan mengejar kebahagiaan, tanpa merasa puas dan menetap dalam suatu keadaan. Sehingga yang didapatkan hanyalah kebahagiaan semu.

Kebahagiaan tidak lain adalah limpahan karunia Allah, bukan merupakan sebuah hasil upaya manusia semata. Kebahagiaan adalah kondisi hati yang dipenuhi dengan keyakinan (iman) dan berperilaku sesuai dengan keyakinan tersebut. Manusia diberikan kebebasan memilih, jalan kebahagiaan atau kesengsaraan. Tapi seluruh usaha manusia terikat dengan "takdir Alloh". Takdir adalah hak mutlak Allah. Manusia hanya memiliki hak untuk berusaha dan berikhtiar. Kita harus mengimani takdir, apapun yang terjadi. Namun jika kita selalu berusaha mencari kebahagiaan, niscaya Allah akan memberikan jalan kemudahan.

Bagaimana cara mengukur kebahagiaan? Kebahagiaan tidak dapat diukur secara kuantitas. Namun berbagai penelitian dilakukan untuk mengungkapkan rahasia orang yang bahagia. Hasilnya menunjukkan bahwa kebahagiaan itu berasal dari sikap, perilaku, dan cara berfikir anda. Bahkan beberapa peneliti telah mengembangkan alat untuk mengukur kebahagiaan seseorang, misalnya Online Happiness Scale [http://www.life-scale.org/] dari The Oxford Happiness Questionnaire.

Jadi, bagaimana cara menemukan kebahagiaan ?

Menjadi diri sendiri

Orang yang bahagian adalah orang yang menjadi diri sendiri, jujur pada diri sendiri. Orang yang bahagia memiliki sikap spontan, alami dan nyata, mereka mengatakan apa yang mereka pikirkan dan rasakan, dan tidak peduli apa yang orang lain pikirkan tentang mereka. Menjadi diri sendiri, menjadikan orang merasa bebas dan otentik.

Dalam keseharian, banyak orang yang hidup seperti robot. Berjalan ke sana ke mari, tapi hanya raganya, bukan jiwanya. Ia menjalani hidup dengan "skenario" yang dibuatkan oleh orang lain untuknya. Ia "terpaksa" menjalani hidup seperti itu karena tidak ada pilihan atau tidak ada keberanian. Kuncinya adalah mendengarkan kata hati, yaitu kedisiplinan untuk mendengar bisikan hati dan keberanian untuk mengikutinya.

Orang-orang yang bahagia adalah orang yang mampu merencanakan hidupnya. Melaksanakannya setahap demi setahap dan menikmati setiap tahapan dalam hidupnya. Fokus pada tujuan yang hendak dicapai. Memiliki target yang realistis, tidak bermimpi tentang masa depan yang ideal yang tidak ada. Menatap masa depan dengan pasti, tidak akan khawatir tentang sesuatu yang belum terjadi.

Cinta

Cinta adalah sebuah anugerah yang Allah berikan kepada setiap manusia. Orang-orang bahagia melakukan apa yang mereka nikmati dan menikmati apa yang mereka lakukan, mereka melakukannya semata-mata karena cinta, bukan uang atau tujuan yang lain. Bagi seorang yang bekerja, mencintai profesi adalah salah satu bentuk cinta. Bagi seorang ibu, mengurus suami dan anak-anak adalah wujud kecintaannya terhadap keluarga. Begitu pula dengan seorang guru, mengajarkan ilmu kepada anak didiknya merupakan manifestasi dari kecintaannya kepada murud-muridnya. Ketahuilah, bahwa dengan cinta kita akan bahagia. Karena cinta akan melahirkan energy yang sangat luar biasa yang bisa membuat kita selalu tersenyum lebar dan menjalani hidup dengan bahagia.

Orang-orang yang bahagia adalah orang yang mampu mengembangkan kepribadian dan memiliki kehidupan sosial. Menjalin hubungan itu sangat menyenangkan dan bermanfaat. Kita mendapatkan kebahagiaan kita dari orang lain, dan dari mendukung orang lain. Menghargai orang lain sangat penting untuk mendapatkan kebahagian, jika anda menghargai orang lain, maka orang lain pun akan menghargai anda. Penelitian juga menunjukkan bahwa orang menikah lebih bahagia daripada orang tunggal.

Berfikir positif dan realistis

Orang-orang bahagia memiliki set pikiran positif, optimis, dan terbuka. Jangan takut untuk melangkah mundur dan mengevaluasi kembali tujuan hidup anda. Ambil hikmah dari semua peristiwa hidup anda. Jika anda membuat kesalahan, evaluasi diri anda, ambil sisi positif dari kesalahan tersebut kemudian perbaiki. Jangan pernah memendam emosi dan perasaan buruk, karena akan menciptakan tekanan psikologis dan ketidaknyamanan fisik. Orang yang selalu berfikir positif akan mengalir “energi positif”, sebaliknya, orang yang selalu berfikir negatif, maka yang diperoleh hanyalah “energi negatif”.

Orang-orang yang bahagia, selalu bersikap realistis. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang bahagia memiliki harapan dan aspirasi yang sederhana. Mereka menginginkan apa yang mereka bisa dapatkan, sementara bagi orang-orang yang tidak bahagia, mereka merasa tidak pernah mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka juga tahu bagaimana menghindari kekecewaan dan bagaimana untuk menghasilkan kejutan yang menyenangkan. Hal ini karena mereka berjuang untuk tujuan yang realistis dan puas dengan apa yang mereka dapatkan.

Jangan terpaku pada masa lalu, pada kegagalan atau kesalahan sebelumnya. Demikian pula, jangan bermimpi tentang masa depan yang ideal yang tidak ada atau khawatir tentang apa yang belum terjadi.

Sabar dan pemaaf

Orang-orang yang sabar, cenderung lebih disiplin, mereka melakukan segala sesuatu dengan perencanaan, dan selangkah demi selangkah. Menikmati apa yang dilakukan dan yang diperoleh. Mereka tidak marah atau menyalahkan orang lain atas kegagalan yang dialaminya, tidak iri pada keberhasilan orang lain. Sebuah tindakan yang justru merugikan anda.

Kemarahan merupakan keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Kemarahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri orang, dan merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani.
Thanks for reading Bagaimana cara menemukan kebahagiaan

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Post a Comment