Home » » Mitos menyesatkan tentang stres

Mitos menyesatkan tentang stres

Di masyarakat kita banyak berkembang anggapan yang salah atau menyesatkan tentang stres, bahkan menjadi semacam mitos. Pengetahuan yang salah terhadap stress ini bisa berakibat fatal, dan dapat menjerumuskan seseorang ke dalam “kubangan” stress yang akan merenggut pekerjaan, sahabat, keluarga, bahkan hidup Anda.

Berikut beberapa mitos yang mengelilingi stres. Menepis mitos ini akan menjadikan kita lebih memahami masalah stress dan kemudian mengambil tindakan yang tepat, dan tentu saja sehat.

Mitos 1 : Stres sama untuk semua orang

Benar-benar salah. Stres berbeda untuk masing-masing dari kita. Apa yang menegangkan bagi satu orang mungkin atau mungkin tidak menimbulkan stres bagi yang lain, masing-masing dari kita merespon stres dengan cara yang sama sekali berbeda.

Mitos 2 : Stres selalu buruk bagi Anda

Menurut pandangan ini, nol atau tidak ada stres membuat kita bahagia dan sehat. Salah besar. Stres adalah kondisi ketegangan yang terjadi pada manusia, seperti string / senar biola: terlalu sedikit / kendor string biola maka musik yang keluar terdengar serak dan membosankan, terlalu banyak / tegang maka musik terdengan melengkin dan dapat memutus string biola. Stres bisa menjadi ciuman kematian atau bumbu kehidupan. Masalahnya, benar-benar, adalah bagaimana mengelolanya. Pengelolaan stress yang benar / sehat membuat kita produktif dan bahagia, sebaliknya, stres yang salah urus bisa mengakibatkan sakit, dan bahkan membunuh kita.

Mitos 3 : Stres ada di mana-mana, sehingga Anda tidak dapat berbuat apa-apa

Tidak begitu. Anda dapat merencanakan hidup Anda sehingga stres tidak menguasai Anda. Perencanaan hidup yang efektif dengan menetapkan prioritas dan bekerja pada masalah yang sederhana terlebih dahulu, memecahkan mereka, baru kemudian menghadapi atau memecahkan masalah yang lebih kompleks. Ketika stres menjadi salah kelola, sulit untuk memprioritaskan. Semua masalah Anda tampaknya sama dan stres tampaknya ada dimana-mana.

Mitos 4 : Teknik yang paling populer untuk mengurangi stres adalah yang terbaik

Sekali lagi, tidak begitu. Tidak ada teknik pengurangan stres secara universal efektif ada. Kita semua berbeda, hidup kita berbeda, situasi kita berbeda, dan reaksi kita berbeda. Program komprehensif lah yang dibutuhkan untuk mengurangi stres sesuai dengan pemicu stre pada masing-masing individu.

Mitos 5 : Tidak ada gejala, tidak ada stres

Tidak adanya gejala bukan berarti tidak adanya stres. Bahkan, menyamarkan gejala dengan obat-obatan dapat mencabut Anda dari sinyal yang Anda butuhkan untuk mengurangi ketegangan pada sistem fisiologis dan psikologis Anda. Anda harus memahami diri Anda, adakah hal-hal yang keluar “asing” pada diri Anda. Bisa jadi ini sebenarnya adalah gejala stress, namun Anda abaikan, tidak peduli terhadapnya.

Mitos 6 : Hanya gejala utama stres yang memerlukan perhatian

Mitos ini mengasumsikan bahwa gejala "kecil", seperti sakit kepala atau asam lambung, dapat diabaikan dengan aman. Gejala minor stres adalah peringatan dini bahwa hidup Anda telah keluar dari tangan atau kendali Anda, dan bahwa Anda perlu melakukan pekerjaan yang lebih baik untuk mengelola stres yang sudah “mengintai” Anda.

Sumber : www.apa.org
Thanks for reading Mitos menyesatkan tentang stres

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Post a Comment