Home » , » Tahapan pelaksanaan konseling kelompok

Tahapan pelaksanaan konseling kelompok

Konseling kelompok sebagai salah satu jenis layanan bimbingan dan konseling didalam pelaksanaannya melalui berbagai tahapan dalam pelaksanaannya. Pengistilahan tahapan tidak dimaksudkan untuk memberikan kesan bahwa dalam kegiatan konseling kelompok terdapat berbagai kegiatan yang berdiri sendiri, semua tahapan dalam kegiatan konseling kelompok menjadi satu kesatuan, dimana antara kegiatan yang satu dengan yang lain merupakan kegiatan yang utuh, yang dalam praktiknya tidak dibatasi oleh jeda waktu, yang merupakan kegiatan yang saling terkait antara satu dengan yang lainnya.

Pada umumnya ada empat tahap kegiatan, yaitu tahap pembentukan, tahap peralihan, tahap kegiatan, dan tahap pengakhiran.

Tahap I : Permulaan

Dalam konseling kelompok, tahap pembentukan merupakan tahap awal yang sangat berpengaruh dalam proses selanjutnya. Pada tahap ini pemimpin kelompok:
  1. Menerima secara terbuka dan mengucapkan terimakasih
  2. Berdoa
  3. Memperkenalkan diri secara terbuka, menjelaskan peranannya sebagai pemimpin kelompok, dan sebagainya
  4. Menjelaskan pengertian konseling kelompok
  5. Menjelaskan tujuan umum yang ingin dicapai melalui konseling kelompok
  6. Menjelaskan cara-cara pelaksanaan yang hendak dilalui mencapai tujuan itu
  7. Menjelaskan azas-azas konseling kelompok (kerahasiaan, kesukarelaan, keterbukaan, kegiatan, dan kenormatifan)
  8. Menampilkan tingkah laku dan komunikasi yang mengandung unsur-unsur penghormatan kepada orang lain (dalam hal ini anggota kelompok), ketulusan hati, kehangatan dan empati
  9. Perkenalan anggota kelompok
  10. Evaluasi tahap I. Ini dilakukan untuk mengantisipasi terhadap potensi munculnya kekecewaan atau ketidakpuasan anggota kelompok terhadap proses berikutnya.
Jika semua proses telah dilakukan, maka tahap I bisa ditutup, penutupan bisa dilakukan dengan beberapa statemen dan kesepakatan untuk melanjutkan tahap berikutnya.

Tahap II : Peralihan 

Tahap peralihan merupakan jembatan antara Tahap I (Permulaan) dengan Tahap III (Kegiatan). Tujuannya adalah terbebaskannya anggota kelompok dari perasaan atau sikap enggan, ragu, malu, atau saling tidak percaya untuk memasuki tahap berikutnya, semakin baik suasana kebersamaan dalam kelompok, makin baik partisipasi aktif mereka dalam kegiatan konseling kelompok. Pada tahap ini pemimpin kelompok:
  1. Menjelaskan kembali kegiatan kelompok
  2. Tanya jawab tentang kesiapan anggota untuk kegiatan lebih lanjut
  3. Mengenali suasana apabila angota secara keseluruhan/sebagian belum siap untuk memasuki tahap berikutnya dan mengatasi suasana tersebut
  4. Memberi contoh masalah bahasan yang dikemukakan dan dibahas dalam kelompok

Tahap III: Kegiatan

Tahap III (Kegiatan) merupakan inti dari proses konseling kelompok. Itulah sebabnya, direkomendasikan agar konselor tidak terburu-buru masuk pada tahapan ini sebelum konseli siap secara mental-psikologis. Pada tahap ini pemimpin kelompok:
  1. Mempersilakan anggota kelompok mengemukakan permasalahannya secara bergantian
  2. Memilih/menetapkan masalah yang akan dibahas terlebih dahulu
  3. Pembahasan
  4. Selingan
  5. Menegaskan komitmen anggota yang masalahnya telah dibahas (apa yang akan dilakukan berkenaan adanya pembahasan demi terentaskan masalahnya)

Tahap IV: Pengakhiran

Tujuan dari tahap penutupan adalah untuk menarik ide-ide bersama yang signifikan, perubahan pribadi, dan keputusan yang diambil oleh anggota selama proses konseling kelompok. Pada tahap ini pemimpin kelompok:
  1. Menjelaskan bahwa kegiatan konseling kelompok akan diakhiri
  2. Anggota kelompok mengemukakan kesan dan menilai kemajuan yang dicapai masing-masing
  3. Pembahasan kegiatan lanjutan
  4. Pesan serta tanggapan anggota kelompok
  5. Ucapan terimakasih
  6. Berdoa 
  7. Perpisahan 
Thanks for reading Tahapan pelaksanaan konseling kelompok

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

4 komentar:

  1. pak boleh minta sumber dari buku apa yah materi ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Materi diambil dari Modul Diklat Implementasi Kurikulum 2013 untuk Guru Bimbingan dan Konseling (Konselor) SMP/MTs Kemdikbud 2014. Terima kasih atas kunjungannya mas... Semoga bermanfaat.

      Delete
  2. Terimakasi tulisannya bapak ibu bermanfaat

    ReplyDelete
  3. Sama-sama. Terimakasih atas kunjungannya... semoga bermanfaat.

    ReplyDelete