Home » , , » Analisis dan interpretasi transferensi pada Psikoanalisa

Analisis dan interpretasi transferensi pada Psikoanalisa

Pengalihan (transference) merupakan konsep dasar dalam pendekatan psikoanalitik. Pengalihan mengarah pada pergeseran arah yang tidak disadari kepada konselor dari orang-orang tertentu dalam masa silam konseli. Dengan kata lain, secara tidak sadar konseli memperlakukan dan menganggap konselor sebagai orang tersebut. Dengan menghayati kembali pengalaman masa lampau melalui pengalihan itu, konseli memperoleh wawasan mengenai bagaimana masa lampau merusakkan fungsi-fungsi perilakunya pada masa kini.

Transferensi muncul dengan sendirinya dalam proses terapeutik pada saat dimana kegiatan-kegiatan konseli masa lalu yang tak terselesaikan dengan orang lain, menyebabkan dia mengubah masa kini dan mereaksi kepada analisis sebagai yang dia lakukan kepada ibunya atau ayahnya ataupun siapapun. Transferensi berarti proses pemindahan emosi-emosi yang terpendam atau ditekan sejak awal masa kanak-kanak oleh konseli kepada konselor. Dalam keadaan neurosis, merupakan pemuasan libido konseli yang diperoleh melalui mekanisme pengganti atau lewat kasih sayang yang melekat dan kasih sayang pengganti. Transferensi dinilai sebagai alat yang sangat berharga bagi konselor untuk menyelidiki ketidaksadaran pasien karena alat ini mendorong konseli untuk menghidupkan kembali berbagai pengalaman emosional dari tahun-tahun awal kehidupannya.

Transferensi bisa berupa perasaan dan harapan masa lalu. Dalam hal ini, konseli diupayakan untuk menghidupkan kembali pengalaman dan konflik masa lalu terkait dengan cinta, seksualitas, kebencian, kecemasan yang oleh konseli di bawa ke masa sekarang dan dilemparkan ke konselor. Biasanya konseli bisa membenci atau mencintai konselor. Konselor mengusahakan agar konseli mengembangkan transferensi-nya agar terungkap neurosisnya, terutama pada usia selama lima tahun pertama dalam hidupnya. Konselor menggunakan sifat-sifat netral, objektif, anonim, dan pasif agar terungkap transferensi tersebut.

Transferensi pada tahap yang paling kritis berefek abreaksi (pelepasan tegangan emosional) pada konseli. Efek lain yang mungkin, ada dua, yaitu positif dan negatif. Positif, saat pasien secara terbuka mentransferkan perasaan-perasaannya sehingga menyebabkan kelekatan, ketergantungan, bahkan cinta kepada konselor. Negatif, saat kebencian, ketidaksabaran, dan kadang-kadang perlawanan yang keras terhadap konselor. Dan ini dapat berefek fatal terhadap proses terapi.

Sasaran yang hendak dicapai dari penerapan analisis transferen adalah membantu konseli mencapai peningkatan kesadaran dan perubahan kepribadian.


Sumber :

M. Edi Kurnanto. 2013. Konseling Kelompok. Bandung. Penerbit Alfabeta.

Modul Guru Pembelajar Bimbingan dan Konseling Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kelompok Kompetensi F. Profesional: Implementasi Teori Konseling. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2016.

Nurainiajeeng's Blog. TERAPI PSIKOANALISA.

Thanks for reading Analisis dan interpretasi transferensi pada Psikoanalisa

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Post a Comment