Home » , , » Pendekatan Dua Pulau Satu Perahu, Untuk Menolong Siswa Bermasalah

Pendekatan Dua Pulau Satu Perahu, Untuk Menolong Siswa Bermasalah

Two Islands and A Boat Approach, Pendekatan Dua Pulau Satu Perahu, dikenalkan oleh Dr Donald McMenamin, konsultan dan terapis dari University of Waikato Selandia Baru. Pendekatan ini didesain untuk membantu guru memecahkan masalah anak-anak di sekolah, sehingga anak-anak itu tak perlu sampai dikeluarkan dari sekolah gara-gara perbuatan mereka.

Di setiap sekolah pasti ada anak-anak yang bermasalah, tidak dapat nilai bagus, mungkin karena kenakalan mereka, atau ada masalah dalam hidup mereka. Tugas guru Bimbingan dan Konselor (Guru BK) atau konselor sekolah adalah bagaimana menangani masalah mereka dan supaya mereka tetap ada di sekolah.

Ilustrasi dua pulau, menurut McMenamin, terinspirasi pada kebiasaan orang-orang Polinesia yang melakukan migrasi dari satu pulau ke pulau lain. Biasanya mereka bermigrasi karena ingin meninggalkan tempat lama yang mungkin membuat mereka tak nyaman.

Pendekatan ini digambarkan dengan dua pulau dengan sebuah perahu. Pulau pertama masalah, pulau kedua adalah visinya.

Masalah yang dihadapi oleh siswa bisa diibaratkan dengan perpindahan dari satu pulau ke pulau lainnya. Pulau pertama merupakan masalah dan pulau kedua adalah tujuan yang diinginkan siswa.

Guru BK tidak cukup mengidentifikasi masalah dan membuat siswa berubah menjadi baik saja, tetapi juga membantu mereka menaiki perahu untuk menuju pulau yang merupakan masa depannya.

CONTOH KASUS

Sebagai contoh ada anak yang memiliki reputasi sebagai tukang bully. Langkah penanganannya sebagai berikut :

Pertama, guru BK mengidentifikasi masalahnya. Jangan katakan bahwa masalah ada di diri mereka, tapi dari luar. Sehingga yang muncul di sini adalah bukan siswa tukang bully, melainkan reputasi dari tukang bully.

Langkah kedua, yakni menanyakan kepada siswa yang bersangkutan tentang efek dari reputasi bully, baik bagi dirinya maupun bagi siswa yang di-bully.

Contohnya, di masa depan nanti akankah bos suatu perusahaan mau menerima siswa yang dulunya tukang bully di sekolahnya.
Ketika mereka menemukan dampak perbuatannya di masa depan, kemudian masuk langkah ketiga apakah masa depan itu yang mereka inginkan. Tentu kita berharap mereka tidak menginginkan hal tersebut.

Langkah keempat, yakni minta siswa untuk menjelaskan kenapa mereka tidak mau masa depan yang buruk tersebut.

Pada saat hal ini terjadi, anak akan meyakinkan kita sebagai guru BK untuk berubah. Jadi bukan karena kita menekan mereka untuk berubah, tetapi tekad mereka sendiri. Ini karena mereka sudah mengidentifikasi masalah yang dihadapinya.

Tugas guru BK adalah mencari tahu apa masalah anak, memastikan anak tahu masalah mereka, kemudian membimbing mereka 'berlayar' ke pulau baru, pulau dengan reputasi baru si anak, yang diinginkan mereka untuk masa depannya.

Guru BK harus membimbing si anak untuk menemukan apa masalah diri mereka dan reputasinya di hadapan orang lain, sehingga mereka jadi anak bermasalah, kemudian harus membimbing si anak untuk menemukan reputasi baru yang diinginkan dan berusaha meraihnya.

Penting bagi guru BK menjaga hubungan dengan siswa. Anggaplah mereka seperti anak sendiri. Guru BK membantu siswa mengatasi permasalahan yang dihadapi sehingga mampu mencapai cita-cita dan keinginannya.

Guru BK perlu meyakinkan siswa bermasalah tersebut bahwa untuk mencapai keinginannya, mereka perlu waktu dan perencanaan yang baik. Artinya, para siswa harus memiliki sikap dan tindakan baru dari perilaku yang pernah diperbuatnya di masa lalu.

Kalau mengubah anak hanya menjadi baik itu klaimnya kecil, jadi tugas guru BK yaitu memperbesar visi mereka. Misalnya, untuk anak yang punya reputasi tukang bully ingin berubah baik yang seperti apa ? Apa langkah yang harus dilakukan supaya mereka juga percaya akan mencapai keinginan tersebut.

Dalam perjalanan mengubah perilaku dan mencapai cita-cita, siswa akan mengalami berbagai tantangan. Untuk itu, konseling terhadap siswa bermasalah ini perlu dilakukan secara berkala.

Ada monitoring. Guru BK menanyakan sudah sampai mana upaya anak tersebut untuk berubah. Selain itu bantu mereka untuk mengatasi apapun yang menghalangi dalam mencapai tujuannya.

Sumber : www.bimbingankonseling.net


Thanks for reading Pendekatan Dua Pulau Satu Perahu, Untuk Menolong Siswa Bermasalah

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Post a Comment