Home » , , » Tips mencegah anak menjadi korban cyberbullying

Tips mencegah anak menjadi korban cyberbullying

Bullying tak hanya terjadi secara fisik atau muka ketemu muka. Tak jarang bullying terjadi melalui dunia maya, atau kerap disebut cyberbullying.

Bullying semacam ini bisa terjadi lewat jaringan pesan instan, video game online, atau media sosial. Lantaran kerap kali tak terdeteksi langsung, ada yang bilang cyberbullying ini lebih berbahaya.

Studi mendapati 1 dari 3 anak di Amerika Serikat mengaku telah menjadi korban cyberbullying. Di Indonesia, penelitian dari UNICEF dan Kementerian Komunikasi dan Informasi mendapati 1 dari 8 pengguna internet menjadi korban cyberbullying.

Bentuk cyberbullying ini macam-macam. Ada yang berupa pesan singkat yang menghina perasaan orang lain, atau penyebaran isu yang tak benar mengenai korban di internet.

Efeknya berbahaya. Ketika sampai stres atau depresi, ada anak yang memilih bunuh diri karenanya.

Sebetulnya ada langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan orangtua dan anak-anak agar terhindar dari cyberbullying, yaitu:
  • Orangtua secara teratur atau sering, berdiskusilah dengan anak mengenai keamanan internet.
  • Orangtua bikin aturan mendasar penggunaan internet, situs mana yang boleh dan tak boleh digunakan.
  • Anak harus segera memberitahu orang dewasa yang mereka percayai begitu menerima bullying.
  • Kalau anak menjadi korban, tak usah merespons atau membalas pelaku. Simpan bukti-bukti yang ada dan laporkan.
  • Gunakan password yang sangat kuat untuk melindungi akun-akunmu di dunia maya. Macam akun media sosial, blog, dan sebagainya.
  • Jangan bagikan informasi pribadi yang sangat mendetail ke situs tak jelas.
  • Hati-hatilah mengklik link tak jelas, yang kemungkinan bermaksud untuk mencuri data pribadimu.

Sumber : CNN Indonesia Student
Thanks for reading Tips mencegah anak menjadi korban cyberbullying

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Post a Comment