Diagnosis SWOT dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah

Model SWOT sebenarnya banyak dilakukan pada bidang manajemen industri. Tetapi ada beberapa hal yang menarik yang dapat diadopsi untuk membantu mendiagnosis permasalahan yang dialami oleh individu.

SWOT merupakan singkatan dari Strengths (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (kesempatan), dan  Threats (ancaman).

Dalam proses layanan bimbingan dan konseling di sekolah, penggunaan strategi SWOT ini dapat dipergunakan untuk membantu individu dalam menyelesaikan masalah seperti pilihan jurusan, pilihan karier, penyesuaian diri dan lain-lain.

Strengths adalah faktor internal yang dimiliki oleh individu seperti percaya diri, tampan, cantik, tabah, sabar dan lain sebagainya. Untuk hal ini, konselor sekolah dapat membantu siswa untuk mengembangkan self-awareness (kesadaran diri) siswa melalui serangkaian daftar pertanyaan yang bisa dikembangkan sendiri oleh konselor sekolah.

Weakness adalah faktor internal yang berisi kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh siswa seperti rendah diri, pemalu, tidak sabaran, tidak bisa menyelesaikan masalah berhitung, jelek, gemuk, pendek dan lain sebagainya.

Opprtunities adalah faktor eksternal yang memungkinkan dilakukan oleh individu untuk mencapai apa yang diinginkan atau dibutuhkan. Kesempatan-kesempatan apa saja yang bisa dipergunakan oleh individu untuk mencapai tujuannya.

Threats adalah faktor eksternal yang mengancam keberadaan individu. Dalam hal ini, konseli/individu dapat menyatakan masalah-masalah yang mengancam dirinya.

Berdasar pada uraian di atas, maka pada dasarnya pelaksanaan konseling dalam penggunaan strategi SWOT ini adalah melihat ancaman yang dinyatakan oleh individu. Berdasar pada ancaman ini, maka konselor akan dapat menentukan strategi konseling apa yang akan digunakan untuk membantu mengatasi masalah individu.

Penulis : Boy Soedarmadji, S.Pd., M.Pd., CH., CHt