Prinsip dasar penanganan masalah siswa pada praktik konseling di sekolah

Permasalahan yang dihadapi oleh individu saat ini begitu beragam, baik yang disebabkan oleh faktor internal maupun internal.

Permasalahan internal seringkali muncul karena individu mengalami kesulitan untuk memenuhi tugas perkembangan dan tugas pertumbuhan. Tugas perkembangan terkait dengan hal-hal yang bersifat psikologis seperti mengenal “siapa saya” dan hal-hal yang bersifat afektif. Sedangkan tugas pertumbuhan terkait dengan hal-hal yang berhubungan dengan fisiologis individu. Bahkan tidak jarang, masalah fisiologis akan sangat mempengaruhi emosi atau afektif individu.

Permasalahan eksternal muncul diakibatkan oleh lingkungan di mana individu berada, seperti di keluarga, sekolah dan masyarakat. Individu seringkali mengalami ketidakmampuan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungannya.

Pada praktik konseling di sekolah masih banyak ditemui adanya ketidaksesuaian dengan teori konseling yang ada, bahkan seringkali terjadi bahwa penanganan masalah individu hanya dilakukan dengan cara yang “diwariskan”.

Pada prinsipnya, penanganan masalah siswa / individu dilakukan dengan memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut :

Identifikasi masalah, dilakukan saat pertemuan awal konseling. Pada kegiatan ini, setelah rapport terbentuk maka konselor akan mengeksplorasi masalah-masalah yang dihadapi oleh siswa. Pada tahap ini, sangat mungkin individu akan menceritakan banyak masalah yang dihadapi. Dalam kondisi ini, konselor sebaiknya fokus pada semua cerita individu dan tidak memikirkan apa masalah individu secara bersamaan.

Diagnosis, konselor mulai mengajak individu untuk memilah dan memilih permasalahan mana yang menjadi permasalahan utama individu. Tahap ini merupakan tahap paling penting dalam keseluruhan proses konseling, karena pada tahap ini, konselor dan konseli/invidu akan menemukan permasalahan yang sebenarnya. Pada dasarnya, jika kita mempergunakan teori Freud, maka permasalahan yang diutarakan oleh konseli masih pada posisi puncak gunung es, yang artinya permasalahan sebenarnya mungkin masih perlu digali lagi.

Prognosis, tahap ini merupakan sebuah tahapan dimana konselor akan menentukan strategi intervensi terhadap permasalahan individu. Perlu kita ketahui bahwa permasalahan individu mungkin tidak bisa diselesaikan dengan satu strategi intervensi saja, tetapi mungkin membutuhkan strategi konseling gabungan. Hal penting di sini adalah kemampuan konselor dalam menemukan masalah akan sangat berpengaruh terhadap penentuan strategi konseling.

Treatment, merupakan tahapan dimana strategi konseling dilaksanakan. Pada proses ini, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh konselor yaitu, a) pemberian rasional strategi, b) pemberian contoh pelaksanaan strategi, c) melatih individu, d) memberikan pekerjaan rumah, dan e) evaluasi. Hal ini mengindikasikan bahwa individu tidak dapat diberikan treatment tanpa mempergunakan tahapan-tahapan tersebut.

Follow up, merupakan tahapan dimana konselor akan mengupayakan agar perubahan perilaku yang dialami oleh individu dapat terjaga terus. Upaya yang dapat dilakukan oleh konselor sekolah adalah bekerja sama dengan significant others (orang terdekat). Tentu saja hal ini dilakukan dengan persetujuan konseli/individu.

Penulis : Boy Soedarmadji, S.Pd., M.Pd., CH., CHt