9 Tips untuk Anak yang Gemar Gunakan Media Sosial

Sama seperti bagaimana Anda aktif di masyarakat online di platform media sosial seperti Snapchat, Instagram dan Facebook, hal itu jugalah yang dilakukan anak-anak Anda !

Meskipun anak Anda tidak berhadapan secara langsung saat bergaul di media sosial, ini tidak berarti mereka harus merasa aman untuk chatting secara terbuka.

Itulah sebabnya kejadian bullying di dunia cyber adalah satu masalah yang benar-benar terjadi. Dewan Literasi Media Singapura (The Media Literacy Council/MLC) menarik perhatian bahwa tiga dari 10 murid dan remaja pernah menjadi korban bullying di media online.

Justeru, mari kita periksa sembilan hal ini untuk bersama anak Anda ketika menggunakan media sosial;

1. Jangan Unggah Informasi Pribadi ke Publik

Informasi seperti lokasi mereka dan informasi pribadi tidak harus ditempatkan di internet kecuali mereka ingin menjadi korban kejahatan. Meskipun sekedar berbagi lokasi sebuah kafe di Instagram, akan lebih baik itu dilakukan setelah mereka meninggalkan kafe itu.

2. Jangan Sebarkan Informasi Palsu (Hoax)

Di bawah UU Telekomunikasi (ITE), Anda bisa didenda hingga pidana penjara enam tahun dan denda Rp 1 miliar karena menyebarkan informasi palsu. Menyebarkan informasi tentang ancaman bom di sekolah misalnya dapat membuat anak Anda dipenjara !

3. Bersikap Sopan Walau Berbeda Pendapat

Jika seorang pengguna lain menggunakan kata-kata vulgar, nasihatkan anak Anda untuk tidak beradu mulut. Mereka bisa saja melarang siapa saja untuk berinteraksi dengan mereka.

4. Jangan Mempermalukan Sahabat Sendiri

Ingatkan anak Anda untuk tidak mempermalukan rekan sendiri.

Mereka tidak memiliki kontrol penuh untuk memadamkan informasi pribadi di Internet. Meskipun mereka sudah menutup gambar atau video. Ingat ! Orang lain mungkin sudah menyimpan salinan gambar itu.

5. Bertanggungjawab

Apa yang dianggap satu hal yang lucu mungkin membawa efek mendalam pada masa depan. Lebih baik untuk anak Anda tidak menyuarakan pendapat mereka sendiri jika hal itu menjadi kondisi yang tidak dapat dikontrol.

6. Hormati Perbedaan Pendapat

Jangan menggunakan kata-kata kasar, meledek, menghina ras atau suku. Setiap kata-kata seperti itu lebih banyak memicu kekerasan atau kegelisahan, dan dapat mengantar penulisnya ke meja hukum.

7. Tunjukkan Rasa Ihsan

Ajar anak Anda kita tentang sifat belas kasih (ihsan) dan berbuat baik. Ini karena apa yang dikatakan mereka mungkin membawa maksud yang berbeda kepada orang lain dan dapat menggores hubungan mereka.

8. Tidak Perlu Bersalah ‘Memblock’ Akun Orang Lain

Tidak salah untuk mereka melarang atau ‘mem-block’ akun/pengguna lain meski membuat mereka merasa tidak senang. Ketika teman-teman mereka mengganggu mereka atau orang tidak dikenal menggunakan kalimat-kalimat berunsur seksual, kekerasan, ejekkan, tidak perlu bersalah, bahkan jika perlu di’block’ saja mereka.

9. Sebarkan Hal Positif

Kata-kata ajak kebaikan, kata-kata positif, akan jauh lebih berarti daripada mengeluh tentang pekerjaan sekolah, perasaan galau, atau mengeluh segala urusan pribadi kita melalui medsos. Semakin banyak galau dan mengeluh, justru akan mengundang ‘penjahat cyber’ mendatangi anak kita!

Sumber: hidayatullah.com